Ultimate magazine theme for WordPress.

Terkait Transportasi SMA/SMK, Teddy Minta Kadisdik Bintan Jangan Asal Bunyi

Anggota Komisi IV DPRD Kepri Tedy Jun Askara.

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang- Anggota Komisi IV DPRD Kepri, Teddy Jun Askara menyesalkan pernyataan Kepala Disdik Bintan terkait ketersedian sarana transportasi pelajar SMA/SMK di Bintan.

Menurutnya, kendati pun sekolah jenjang SMA/SMK merupakan Tanggangjawab dan kewenangan Provinsi Kepri Namun para pelajar SMA dan SMK yang ada di Bintan adalah warga Bintan juga.

“Harusnya dia (Kepala) Disdik Bintan itu tidak asal bunyi, Mereka pernah nggak mengusulkan pengadaan dan pengalokasiaan anggaran transportasi Siswa SMA/SMK itu ke provinsi?,”tegas Teddy,Rabu (19/2/2020).

Jika pernah diusulkan, lanjut Teddy, pihaknya melalui komisi IV DPRD Kepri siap mengalokasikan anggaran bantuan untuk pengadaan sarana transportasi baik darat maupun laut untuk para pelajar SMA/SMK di di Bintan itu.

“Yang penting asalkan Pemkab Bintan bersedia menyediakan dana operasionalnya baik itu gaji supir, perawatan hingga bahan bakar sehari-hari hingga opersionalnya dan jangan nanti malah membebani masyarakat lagi,”ucapnya.

Pada tahun-tahun sebelumnya, lanjut Ketua Fraksi Golkar ini, Pemprov Kepri juga sudah pernah memberikan bantuan berupa bus kepada Tanjungpinang. Namun, seiring berjalannya waktu kota Tanjungpinang malah tidak mengalokasikan anggaran opersional bus tersebut, hingga akhirnya tetap membebani para orang tua dan pelajar untuk membayar ongkos.

“Apakah mereka (Disdik Bintan, red) mau membiayai operasionalnya? Ini juga masyarakat kita, kalau dikatakan provinsi tutup mata dan tidak tanggung jawab , itu jelas saya kritik statement-nya,”ungkapnya.

Kepada Dinas pendidikan Bintan, Teddy meminta agar dapat menyampaikanya secara terbuka ke Kimisi IV DPRD, hingga dapat dibahas bersama Disdik Kepri dan anggota Komisi IV DPRD Kepri.

“Kalau mau membahas, silakan datang ke komisi IV agar ini bisa kita bicarakan,”tukasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Bintan Tamsir meminta, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri tidak menutup mata dan pura-pura tidak tau dengan kondisi para pelajar SMA dan SMK di Kabupaten Bintan yang sangat membutuhkan sarana transportasi Bus dan Pompong.

Selama ini kata Tamsir, 60 persen pengguna jasa bus dan pompong di Bintan berasal dari pelajar SMA dan SMK sedangkan pelajar SD dan SMP hanya 40 persen.

“Mereka memang warga Bintan. Tapi jika sudah masuk jenjang SMA dan SMK itukan kewenangannya di Pemprov Kepri bukan Pemkab Bintan lagi,”ujar Tamsir,Rabu (19/2/2020).

Pemkab Bintan lanjut dia, telah mengucurkan dana melalui APBD Rp 11 miliar untuk menyewa 55 bus dan 22 pompong. Transportasi itu disewa hanya untuk melayani pengantaran dan penjemputan bagi pelajar SD dan SMP yang bersekolah di Bintan dan Tanjungpinang.

Bahkan dua hari yang lalu, sebutnya Disdik Bintan terpaksa merogoh saku untuk menambah 1 unit pompong rute Desa Dendun-Desa Mantang Lama, Kecamatan Mantang. Sebab, pompong yang sudah disewa sebelumnya banyak ditumpangi pelajar SMA dan SMK sehingga melebihi daya tampung dan sangat membahayakan.

“Tentu hal ini bukan merupakan tanggungjawab kami, tapi pelajar SMA dan SMK tetap kami berikan izin untuk menumpangi bus dan pompong sewaan APBD Bintan. Seharusnya Pemprov Kepri juga mrmbantu bantu kami, jangan tutup mata, pura-pura tidak tahu dan lepas tangan begitu,”tegasnya.

Penulis:Ismail

Comments
Loading...