Ultimate magazine theme for WordPress.

Pengacara Nurdin Minta Syamsul Bahrum Diperiksa Dipersidangan Atas Pengeluaran Izin Kock Meng

Asisten II Sekretaris Daerah Provinsi Kepri Syamsul Bahrum.

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang- Kuasa hukum Gubernur Non aktif Provinsi Kepulauan Riau, Andi M Asrun meminta Asisten II Provinsi Kepri Syamsul Bahrum diperiksa sebagai saksi dalam sidang dugaan korupsi dan gratifikasi terdakwa Nurdin Basirun dalam pengeluaran Izin pemanfatan ruang laut yang dimohonkan terpidana Kock Meng.

“Kita akan minta ke JPU (Jaksa Penuntut Umum,red) KPK untuk menghadirkan Syamsul Bahrum, karena perlu ada klarifikasi terkait perizinan tentang pemanfaatan ruang laut itu,”ujarnya,Jumat (14/2/2020) lalu.

Syamsul kata Andi M Asrun, merupakan Asisten II Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Kepri yang mengetahui dan memberi paraf disposisi pengeluaran perizinan pemanfaatan ruang luat yang diterbitkan dan ditandatangani Nurdin Basirun.

Dari beberapa kali sidang di PN Tipikor Jakarta Pusat, lanjut Andi M Asrun, JPU KPK tidak lagi menyinggung terkait adanya indikasi gratifikasi jabatan yang dituduhkan kepada Nurdin. Melainkan fokus pada persoalan perizinan Tanjung Piayu.

“Oleh karena itu, kehadiran Syamsul Bahrum sebagai orang yang sangat mengetahui terkait perizinan ini sangat penting untuk diperiksa sebagai saksi. Dan Kami sangat berharap Syamsul (Bahrum) bisa dihadirkan,”ucapnya.

Sebagai mana diketahui, Sidang Nurdin akan kembali digelar pada Senin (24/2/2020) mendatang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Agenda sidang sendiri, dijadwalkan mendengar keterangan saksi lainya.

Ditempat terpisah, Asisten II Pemerintah Provinsi Kepri, Syamsul Bahrum yang dikonfirmasi terkait dengan permintaan dirinya hadir memberikan keterangan pada sidang dugaan Korupsi dan gratifikasi Nurdin Basirun itu enggan memberikan jawaban.

Ketika ditanya tanggapanya mengenai permintaan Kuasa Hukum Nurdin itu, Syamsul Bahrum menolak memberikan jawaban atas paraf yang disebut dilakukanya, sebelum Surat Perizinan pemanfaatan ruang laut Kock meng tersebut ditandatangani NUrdin dan diterbitkan.

“Tidak, tidak. Nanti lain saya bilang, lain ditulis. Kita profesional saja kalau diminta bersaksi kita penuhi,”jawabnya dengan ketus pada wartawan saat ditemui di kawasan MTQ Tepi Laut Tanjungpinang,Senin (17/2/2020) lalu.

Sebelumnya, mantan juru bicara KPK Febri Diansyah juga mengatakan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sempat memanggil pejabat Asisten II Sekretariat Daerah Provinsi Riau Syamsul Bahrum. Syamsul Bahrum dikatakan Febri, diperiksa untuk kasus dugaan suap reklamasi Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun

Infrormasinya, asisten II pemerintah Provinsi Kepri itu, disebut sebagai saksi kunci dugaan gratifikasi gubernur nonaktif Nurdin Basirun dan mantan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kepri dalam pengurusan dan pengeluaran Izin peamafatan Ruang dan rekalamsi laut Tanjung Piayu-Batam yang dimohonkan Kock meng.

Syamsul, juga dikatakan orang yang menyodorkan Izin prinsif reklamasi laut Tanjung Piayu Batam milik Kok Meng ke Nurdin Basiru untuk ditandatangani tanpa melalui prosedural birokrasi administrasi pemerintahan berupa disposisi atasu paraf dari Biro hukum dan Sekda Provinsi Kepri sebelum akhirnya ke Nurdin Basirun.

Penulis:Ismail/Redaksi

Comments
Loading...