Ultimate magazine theme for WordPress.
Bhayangkara 74

BB Rampok Hilang Rp.55 Juta, Kasatreskrim Polres Tanjungpinang Dapat Promosi Jabat PS.Polsek Bukit Bestari

Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang AKP.Efendri Ali

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang- Hilangnya barang Bukti Tas dan uang Rp.55 juta dalam kasus perampokan, saat penangkapan dan penyidikan 4 tersangka di Satreskrim Polres Tanjungpinang, Ternyata tidak berdampak dan berkaitan dengan mutasi dan pergantiaan jabatan Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang.

Buktinya, Kendati hingga saat ini barang bukti itu hilang dan raib, Polda Kepri tetap mempromosikan kasat reskrim Polres Tanjungpinang AKP.Efendi Ali sebagai PS.Kapolsek Bukit Bestari, menggantikan Kapolsek sebelumnya Kompol Marna SE, yang dimutasi menjadi Kasitatib Subditgakkum Ditlantas Polda Kepri.

Promosi jabatan Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang itu tertuang dalam surat Telegram Kapolda nomor STR/104/II/KEP/2020 tanggal 19 Februari 2020, yang ditandatangani Karo SDM Polda Kepri Kombes Pol.Djoko Susila yang memutasi Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang AKP.Efendri Ali NRP 73050086 Jabatan Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang diangkat dalam jabatan baru sebagai PS.Kapolsek Bukit Bestari Polres Tanjungpinang.

Sementara penggantinya, sebagai Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang adalah AKP.Rio Reza Parindra NRP 87061680, yang sebelumnya menjabat sebagai Jasubbagmutjab Bagbinkar Ro SDM Polda Kepri.

Wakapolres Tanjungpinang Kompol Agung Gima Sunarya mengatakan, mutasi atau pergantiaan jabatan Kasatreskrim Polres Tanjungpinang itu tidak ada kaitanya dengan hilangnya Barang Bukti beruapa Tas dan uang Rp.55 juta dalam kasus perampokan Nasabah Bank Mandiri yang terjadi di Tanjungpinang.

“Ngga ada hubungannya, Mutasi itu hal biasa dalam institusi Kepolisian dengan tujuan meningkatkan semangat kerja dan penyegaran dalam organisasi,”ujar Agung pada wartawan, Kamis,(20/2/2020).

Hal yang sama, juga dikatakan Kasubag Humas Polres Tanjungpinang Iptu Suprihadi Hantono, Kepada Media, Suprihadi mengatakan, mutasi di lingkungan Polri adalah suatu kebutuhan organisasi Polri yang sangat besar.

“Jadi mutasi Kasatreskrim ini tidak ada hubungannya dengan kasus yang sedang di sidangkan oleh Pengadilan Negri Tanjungpinang, sekali lagi tidak ada hubungannya,”ujarnya.

Untuk kasus perampokan yang terjadi, lanjut Suprihadi, biar diselesaikan sidangnya di Pengadilan, Nanti, setelah selesai sidang Polres Tanjungpinang akan melanjutkan kembali informasi dari tersangka perampokan tentang Barang Bukti (BB) yang hilang tersebut.

“Karena Polres Tanjungpinang tidak mau di bilang nanti mengganggu jalannya Persidangan, setelah selesai nanti kita informasikan kepada teman media,”sebutnya.

Sebelumnya, Polres Tanjungpinang sempat menurunkan Tim devisi Profesi dan Pengamanan (Propam) untuk melakukan investigasi  dan pemeriksaan atas hilangnya Barang Bukti Tas dan uang Rp.55 Juta dalam kasus perampokan Nasabah Bank Mandiri yang dilakukan 4 terdakwa yang saat ini disidang di PN Tanjungpinang.

Penurunan tim Propam, dilakukan atas bantahan dan keterangan terdakwa Rusdi Hamzah dan 3 rekanya, yang menyebut Barang bukti Tas dan uang Rp.55 juta hasil rampokan mereka, tidak benar dibuang sebagai mana keterangan saksi penangkap anggota Polisi dari Satreskrim Polres Tanjungpinang.

Bahkan, setelah ditangkap dan dibawah ke Satreskrim Polres Tanjungpinang untuk di BAP, lanjut Rursdi, seluruh barang bukti berupa Tas dan uang hasil rampokan mereka, ada dan turut diamankan dan dibawa anggota Polisi ke Satreskrim Polres Tanjungpinang.

“Tas dan uang itu ada, bahkan saat kami dibawa ke kantor Polisi, dan tidak benar Tas kami buang,”ujar Rusdi yang dibenarkan terdakwa Teguh, Wahyuni dan Marsuk saat diperiksa sebagai terdakwa di Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Rabu(19/2/2020) lalu.

Kapolres Tanjungpinang AKBP.M.Iqbal juga mengatakan, Tim Investigasi Devisi Propam Polres Tanjungpinang diturunkan untuk memeriksa sejumlah anggota Penangkap, Terdakwa perampok yang membantah Barang Bukti Tas dan Uang Rp.55 juta dibuang dan ada saat diperiksa di Satreskrim Polres Tanjungpinang.

Muhammad Iqbal juga mengatakan, dalam pemeriksaan internal tersebut selain anggota, pihaknya juga meminta Propam Polres, meminta keterangan Kasatreskrim sebagai pertanggung jawaban atas penyidikan yang dilakukan.

“Kasat Reskrim juga dimintai keterangan atas barang bukti ini,”kata Kapolres saat ditemui di Kantor Dinas Kesehatan Tanjungpinang, Jumaat (14/2/2020) lalu.

Mengenai proses rekonstruksi penangkapan, M.Iqbal mengatakan, sementara ini dilakukan penundaan sampai menunggu proses pemeriksaan 4 terdakwa perampokan di Pengadilan selesai. Penundaa itu lanjut Dia, atas koordinasi Polres Tanjungpinang dengan Pengadilan.

“Berdasarkan koordinasi dengan pihak Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang rekonstruksi penangkapan terhadap ke 4 terdakwa ditunda dahulu, menunggu proses persidangan ke 4 terdakwa selesai,”ujarnya.

Penulis:Redaksi

Comments
Loading...