Polresta Tanjungpinang RJ Kasus Penghalangan Jurnalis di Tanjungpinang

*Pelaku Minta Maaf, Stringer TV One dan WNA Pencari Suaka Berdamai

0 4
Stringer TV One dan Pencari Suaka Berdamai (Foto: Roland/Presmedia)
Stringer TV One dan Pencari Suaka Berdamai (Foto: Roland/Presmedia)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Kasus penghalangan dan perampasan kamera Jurnalis stringer TV One oleh Warga negara Asing Pencari Suaka di Tanjungpinang di lakukan Polisi dengan Restorative Justice (RJ).

Upaya restorative justice terhadap kasus penghalangan kerja jurnalis ini, dilakukan Polisi atas permintaan maaf dan pengakuan menyesal oleh pelaku Yahya (WNA) pencari suaka yang merampas dan merusak kamera Jurnalis.

Selain itu, Jurnalis stringer TV One Chairullah juga menyatakan menerima permintaan maaf pelaku.

Pencari Suaka Yahyah Jamili, mengutarakan permintaan maafnya kepada korban, Chairullah jurnalis stringer TV One, terkait kejadian beberapa waktu lalu.

Yahyah mengakui kesalahannya merampas dan merusak Kamera jurnalis tersebut saat liputan dan atas hal itu dia mengaku menyesal.

Kepada Polisi dan Korban, Yahya juga berjanji tidak akan mengulangi tindakan dan dia juga menyatakan mengganti kamera Jurnalis yang dirampas hingga rusak.

“Saya dengan tulus meminta maaf atas kesalahan saya kepada media dan terima kasih kepada Pak Irul karena telah memaafkan saya,” ujar Yahyah di Mapolresta Tanjungpinang pada Selasa (5/9/2023).

Sementara itu, Chairullah, Jurnalis stringer TV One, telah menerima permintaan maaf dari tersangka dan kameranya juga disebut telah diganti.

“Saya juga telah memaafkan tersangka, dan kasus ini akan diselesaikan melalui RJ,” ungkapnya.

Konflik antara Jurnalis dan WNA Pencari suaka Yahya Jamili ini, berawal dari liputan Jurnalis stringer TV One Chairullah di Rumah Detensi Imigrasi Tanjungpinang Rabu (7/12/2022) lalu.

Saat itu, sejumlah media termasuk Jurnalis stringer TV One melakukan liputan aksi demo WNA pencari suaka itu.

Namun entah karena kesal diliput Jurnalis, WNA pencari suaka Yahya Jamili merampas kamera Jurnalis stringer TV One.

Akibat perampasan itu, Kamera yang merupakan alat kerja jurnalis ini menjadi rusak.

Atas kejadian itu, Jurnalis stringer TV One Chairullah melaporkan kejadian yang dialami ke Polresta Tanjungpinang.

Laporan Chairullah diterima oleh Kanit I KA-SPKT Polresta Tanjungpinang, Iptu Sukarmin, dengan nomor STTPL/201/XII/2022/KEPRI/SPKT-Polresta Tanjungpinang. Hal ini sesuai dengan Pasal 4 jo Pasal 18 Ayat 1 UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang penghalangan pekerjaan jurnalis.

Kasi Humas Polresta Tanjungpinang, Iptu Giovanni Casanova, menjelaskan bahwa saat ini penyidik masih menjalankan proses administrasi Restorative Justice (RJ) dalam perkara ini.

Satreskrim Polresta Tanjungpinang lanjutnya, masih menjalankan proses administratif Restorative Justice (RJ) terhadap laporan Jurnalis yang menjadi korban penghalangan tersebut.

“Korban dan tersangka telah mencapai kesepakatan damai, dan proses masih berlangsung di bawah penyelidikan,” pungkasnya.

Berita Sebelumnya :

Penulis: Roland
Editor  : Redaksi

Leave A Reply

Your email address will not be published.