Ultimate magazine theme for WordPress.

Propam Polda Awasi Penyelidikan Hilangnya BB Kasus Rampok Rp.55 Juta di Tanjungpinang

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt.

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang- Propam Polda Kepri menyatakan melakukan pengawasan (Asistensi) penyelidikan hilangnya barang bukti Tas dan uang Rp 55 juta saat penangkapan dan penyidikan, 4 terdakwa kasus perampokan nasabah Bank Mandiri di Tanjungpinang.

Kabid Humas Polda Kepri Harry Goldenhardt mengatakan, pemeriksaan internal yang saat ini dilakukan Propam Polres Tanjungpinang juga di awasi dan di asistensi oleh Propam Polda Kepri.

“Saat ini proses penyelidikan kan masih dilakukan, Polda Kepri terus memonitor seluruh perkembangan situasi yang ada di wilayah hukum Polda Kepri,”ujar Golden saat ditemui di Mapolres Tanjungpinang, Jumaat (21/2/2020).

Ia menegaskan, Polda Kepri tegak lurus, dalam menghadapi masalah yang ada, yang jelas acuannya adalah aturan dan regulasi, dan terkait hilangnya barang bukti kasus perampokan itu, jika terbukti ada anggota yang bermain, kepolisian akan memberikan tindakan tegas.

Golden menjelaskan anggota Polri itu dalam melaksanakan tugas sangat beresiko, bisa terkena pidana, disiplin dan kode etik.
“Yang jelas kita melakukan penyelidikan dan itu kalau terbukti kita tindak. Tidak usah diragukan, kami Polri yang promotor,” terangnya.

Sebelumnya, Polres Tanjungpinang menurunkan Tim devisi Profesi dan Pengamanan (Propam) untuk melakukan investigasi dan pemeriksaan atas hilangnya Barang Bukti Tas dan uang Rp.55 Juta dalam kasus perampokan Nasabah Bank Mandiri yang dilakukan 4 terdakwa yang saat ini disidang di PN Tanjungpinang.

Penurunan tim Propam, dilakukan atas bantahan dan keterangan terdakwa Rusdi Hamzah dan 3 rekanya, yang menyebut Barang bukti Tas dan uang Rp.55 juta hasil rampokan mereka, tidak benar dibuang sebagai mana keterangan saksi penangkap anggota Polisi dari Satreskrim Polres Tanjungpinang.

Bahkan, setelah ditangkap dan dibawah ke Satreskrim Polres Tanjungpinang untuk di BAP, lanjut Rursdi, seluruh barang bukti berupa Tas dan uang hasil rampokan mereka, ada dan turut diamankan dan dibawa anggota Polisi ke Satreskrim Polres Tanjungpinang.

“Tas dan uang itu ada, bahkan saat kami dibawa ke kantor Polisi, dan tidak benar Tas kami buang,”ujar Rusdi yang dibenarkan terdakwa Teguh, Wahyuni dan Marsuk saat diperiksa sebagai terdakwa di Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Rabu(19/2/2020) lalu.

Kapolres Tanjungpinang AKBP.M.Iqbal juga mengatakan,Tim Investigasi Devisi Propam Polres Tanjungpinang diturunkan untuk memeriksa sejumlah anggota Penangkap, Terdakwa perampok yang membantah Barang Bukti Tas dan Uang Rp.55 juta dibuang dan ada saat diperiksa di Satreskrim Polres Tanjungpinang.

Muhammad Iqbal juga mengatakan, dalam pemeriksaan internal tersebut selain anggota, pihaknya juga meminta Propam Polres, meminta keterangan Kasatreskrim sebagai pertanggung jawaban atas penyidikan yang dilakukan.

“Kasat Reskrim juga dimintai keterangan atas barang bukti ini,”kata Kapolres saat ditemui di Kantor Dinas Kesehatan Tanjungpinang, Jumaat (14/2/2020) lalu.

Penulis:Roland 

Comments
Loading...