Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran
Bhayangkara 74

Rudapaksa Pelajar Teman Anaknya, Warga Kijang Ini Dibekuk Polisi

Ilustrasi foto korban pencabulan (ist)

PRESMEDIA.ID,Bintan-Seorang pria paruh baya asal Kijang Ms (58) dibekuk polisi karena merudapaksa teman anaknya sendiri sebut saja Melati (14).

Penangkapan Ms dilakukan Polsek Bintan Timur atas laporan orang tua korban dan atas laporan iru, Polisi langsung mengamankan Ms di rumahanya pada Senin,(24/2/2020).

Kapolsek Bintan Timur, Kompol Krisna Ramadhani mengatakan kejadian itu terjadi pada 14 Januari 2020 sekitar pukul 13.00 WIB, Ketika itu korban sedang menginap di rumah pelaku Jalan Nusantara Batu 23.

“Korban sama anaknya pelaku berteman. Jadi korban sering menginap di rumah pelaku,” ujar Krisna.

Pelaku yang melihat korban sedang berada di rumahnya memanfaatkan situasi, dengan segala cara dan upaya dalam melampiaskan hasratnya kepada pelaku sebanyak dua kali.

Aib tersebut akhirnya terungkap, setelah korban melaporkan kejadian yang dialami kepada orangtuanya.

Tak terima dengan perlakuan pelaku terhadap anaknya, akhirnya orangtua korban langsung mendatangi Mapolsek Bintim untuk membuat laporan.

“Korban melaporkan kejadian itu semalam Senin (24/2/2020) sekitar jam 9.00 malam. Saat itu juga kita tindaklanjuti,” jelasnya.

Setelah dilakukan penyelidikan didapati korban sedang berada di dalam rumahnya. Saat itu juga polisi membekuk dan menggelandang pelaku ke sel tahanan Polsek Tanjungpinang Timur.

Selain pelaku, polisi juga mengamankan beberapa barang bukti dari tangan tersangka yaitu 1 helai celana pendek laki-laki berwana kream bertuliskan ECKORD, 1 helai celana dalam laki-laki berwana coklat.

Sedangkan alat bukti dari korban antara lain 1 pasang seragam sekolah berupa baju kurung bermotif batik, 1 helai bra berwarna merah muda dan 1 helai celana dalam wanita berwarna hijau.

Atas perbuatan bejatnya, pelaku dijerat Pasal 81 Ayat 2 Jo Pasal 76D UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU RI Nomor 1 Tahun 2016 Tentang perubahan kedua atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Pelaku terancam 7-12 tahun kurungan penjara, dan saat ini proses penyidikan terus kami lakukan,”ujar Krisna.

Penulis:Hasura

Comments
Loading...