Anggota Polresta Tanjungpinang Tembak Residivis Pelaku Pencurian Sepeda Motor

0 62
Tim Jatanras Satreskrim Polresta Tanjungpinang saat mengamankan pelaku Ay (Foto: Roland/Presmedia.id)
Tim Jatanras Satreskrim Polresta Tanjungpinang saat mengamankan pelaku Ay (Foto: Roland/Presmedia.id)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Anggota Polresta Tanjungpinang berhasil menangkap pelaku pencurian sepeda motor (Curanmor) berinisial Ay di komplek Ruko Bintan Plaza Jalan Brigjen Katamso, Tanjungpinang Senin (25/9/2023).

Namun karena melawan dan berusaha kabur, anggota Polisi terpaksa menembak betis kaki kanan pelaku untuk menghentikannya.

Sebelum dilumpuhkan dengan timah panas, aksi kejar-kejaran antara pelaku yang menggunakan sepeda motor dengan Tim Jatanras Satreskrim Polresta Tanjungpinang sempat terjadi.

Upaya pengejaran baru berakhir setelah Polisi melepaskan tembakan ke betis pelaku.

Kanit Jatanras Satreskrim Polresta Tanjungpinang, Ipda Fredy Simanjuntak, Pelaku Ay adalah residivis pencurian yang kembali beraksi di wilayah hukum Polresta Tanjungpinang.

Namun saat ditangkap, pelaku mencoba melarikan diri dengan sepeda motornya. Aksi kejar-kejaran pun dilakukan.

“Kami sudah memperingatkan pelaku agar berhenti, Tapi tidak diindahkan, hingga terpaksa kami lumpuhkan dengan tindakan terukur menggunakan tembakan senjata api untuk menghentikan pelaku,” katanya.

Saat ini lanjutnya, pelaku dan barang bukti motor hasil curiannya, sudah diamankan untuk proses hukum lebih lanjut.

Sementara itu, dari pengakuan Ay, dia telah melakukan aksi pencurian motor di tiga tempat lokasi di Tanjungpinang dan Bintan. Pencurian, dikatakan, dilakukanya sendiri dengan menggunakan kunci “T”.

Atas pengakuan pelaku ini, Polisi juga masih terus melakukan pengembangan untuk menemukan sejumlah lokasi TKP pencurian yang dilakukan pelaku.

“Untuk proses hukumnya, kami terus kembangkan, sesuai dengan LP dan pengakuan pelaku di sejumlah tempat motor warga hilang,”pungkas Freddy.

Penulis: Roland
Editor  : Redaksi

Leave A Reply

Your email address will not be published.