Ultimate magazine theme for WordPress.

Kanwil Kemenkumham Kepri Laksanakan 15 Poin Resolusi Pemasyarakatan 2020

Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Kepulauan Riau (Kepri) mendukung 15 poin Resolusi Pemasyarakatan.

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang- Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Kepulauan Riau (Kepri) mendukung 15 poin Resolusi Pemasyarakatan yang telah ditetapkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM).

Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivas) Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Kepulauan Riau (Kepri) Dedi Handoko mengatakan, Poin pertama berkomitmen mendorong 681 Satuan Kerja (Satker) Pemasyarakatan mendapatkan predikat Wilayah Bebas Korupsi dan Wilayah Bersih Bersih Melayani (WBK/WBBM).

“Untuk Satker di Kepri tahun lalu Rutan Tanjungpinang sudah meraih WBK. Mudah-mudahan seluruh Satker Dapat meraih predikat tersebut,”ujar Dedi usai mengeglar media gathering kolaborasi dukung Resolusi Pemasyarakatan tahun 2020 di Lapas Umum Tanjungpinang, Kamis(27/2/2020).

Poin ke Dua Lanjutnya, Pemberian hak remisi kepada 5.199 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Kepri tahun 2020 ini, tetapi data itu bisa meningkat ketika ada ekstra vonis Pengadilan yang baru.

“Pemberian program integrasi berupa Pembebasan Bersyarat (PB), Cuti Bersyarat (CB), dan Cuti Menjelang Bebas (CMB) kepada 1419 narapidana di Kepri ditahun 2020,” tambahnya.

Selain itu, poin yang keempat pemberian rehabilitasi medis dan sosial kepada WBP yang terjerat kasus narkoba dengan tujuan untuk memulihkan kembali. Supaya bisa menjauhi narkoba. Di tahun ini ada sebanyak 700 narapidana yang rehabilitasi dan sudah berjalan

“Kita berkerjasama dengan BNN, Dinsos dan pihak terkait,”ucapnya.

Tidak hanya itu, poin yang kelima Pemberian layanan makanan siap saji di UPT Pemasyarakatan yang ada di Kepri. Serta poin yang keenam, pencegahan dan pengendalian penyakit menular di seluruh Lapas/ Rutan.

“Terutama untuk penyakit TBC dan hepatitis. Harus ditemukan di lapas ini jangan sampai menular,” katanya.

Dedi juga menyampaikan poin yang ke tujuh peningkatan kualitas WBP menjadi Sumber Daya Manusia yang unggul melalui pelatihan keterampilan yang bersertifikasi

“Pelatihan itu sudah berjalan untuk 1090 WBP di Kepri, berkerjasama dengan Balai Latihan Kerja, PUPR dan pusat keterampilan. Dengan tujuan agar mempermudah WBP apabila keluar dari Lapas agar dapat berkerja,” paparnya.

Poin yang ke delapan mewujudkan ketahanan pangan melalui penanaman tanaman jagung di Lapas Tanjungpinang seluas 8 Ha. Tidak hanya itu pihaknya juga berencana membuat peternakan ayam kampung.

Selanjutnya mewujudkan zero overstaying, mewujudkan penyelesaian overcrowding, meningkatkan PNBP yang ditargetkan sebesar Rp 200 juta perbulannya. Kemudian mewujudkan overcrowding, hampir 80 persen Lapas dan Rutan overkapistas di Kepri.

“Mengatasi itu kami memindahkan narapidana dari UPT yang satu dengan UPT yang lain. Itu langkah dan solusi,” Jelasnya.

Selanjutnya, Pembentukan kelompok masyarakat peduli Pemasyarakatan pada tiap wilayah. Penambahan sekolah mandiri bagi anak merdeka belajar. Hal ini telah di lakukan di LPKA Batam, 48 orang mendapatkan pembelajaran itu.
Mewujudkan revitalisasi pengelolaan bahan di Rusmawan yang ada di Kepri

“Mengantarkan WBP teroris berikrar kesetiaan kepada NKRI, di Lapas Tanjungpinang hanya ada satu narapidana pindahan Mako Brimob Jakarta,”jelasnya.

Penulis:Roland

Comments
Loading...