MCC Setujui Hibah Rp739 M Untuk Pengembangan Pelabuhan Kuala Riau Pelantar I dan II Tanjungpinang

0 59
Pertemuan kick-off bersama MCC dan konsultan beserta Bappenas dan Pemerintah Provinsi Kepri di Gedung Daerah kota Tanjungpinang provinsi Kepri Rabu dalam membahas pengembangan Pelabuhan Kuala Riau Pelantar I dan II di Tanjungpinang Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Rabu (4/10/2023).
Pertemuan kick-off bersama MCC dan konsultan beserta Bappenas dan Pemerintah Provinsi Kepri di Gedung Daerah kota Tanjungpinang provinsi Kepri Rabu dalam membahas pengembangan Pelabuhan Kuala Riau Pelantar I dan II di Tanjungpinang Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Rabu (4/10/2023).

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Millennium Challenge Corporation (MCC) menyetujui dana hibah senilai 49 juta US dollar atau setara dengan Rp739 miliar untuk mengembangkan Pelabuhan Kuala Riau Pelantar I dan II di Tanjungpinang Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Persetujuan hibah pembangunan ini akan dilakukan MCC yang merupakan badan independen pemerintah Amerika Serikat, yang bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia melalui Badan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Fokus kerja sama ini adalah pengembangan infrastruktur transportasi, logistik, dan lingkungan.

Untuk kelanjutan kerjasama, Pemerintah Provinsi Kepri, bersama tim yang telah dibentuk Gubernur, mengadakan pertemuan kick-off bersama MCC, konsultan, dan Bappenas, di Gedung Daerah kota Tanjungpinang provinsi Kepri Rabu (4/10/2023).

Pertemuan sendiri dilakukan setelah sebelumnya dilakukan peninjauan langsung ke lokasi rencana pembangunan, mempersiapkan studi teknis pengembangan serta persiapan data dalam membuat feasibility study (FS) DED serta Studi Lingkungan dalam rencana pengembangan Pelabuhan Kuala Riau Pelantar I dan II Tanjungpinang itu.

Direktur MCC dari Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jenner Edelman, menyatakan bahwa kerja sama antara AS dan Indonesia dalam pengambangan sarana, Lingkungan serta peningkatan ekonomi ini telah berlangsung selama beberapa tahun dengan berbagai tindak lanjut.

Misi MCC adalah membantu Indonesia dalam mengatasi kemiskinan melalui proyek peningkatan infrastruktur dan dukungan ekonomi untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Terkait dengan hibah pendanaan dari MCC untuk pengembangan infrastruktur di Provinsi Kepri, prosesnya akan dimulai dengan pengajuan kepada pemerintah Indonesia dan akan fokus pada perencanaan serta penyusunan program kerja untuk menentukan pembiayaan yang tepat.

“Tim konsultan MCC akan bekerja sama dengan tim Pak Morin dari Bappenas dalam proses ini,” sebutnya. .

Selama lima tahun ke depan, lanjutnya, program ini akan diimplementasikan sesuai dengan fokus MCC, yang mencakup pembangunan infrastruktur, peningkatan taraf hidup, pengembangan UMKM, lingkungan, kesetaraan gender dan program-program lainnya.

Sementara itu, Gubernur Provinsi Kepri Ansar Ahmad, menyatakan bahwa proses perencanaan pembangunan sarana dengan skema hibah dari MCC ini, telah berlangsung cukup lama,

Ansar juga mengatakan, sangat mengapresiasi hibah yang diberikan oleh MCC, dengan harapan, akan memberikan nilai tambah bagi masyarakat Provinsi Kepri.

Related Posts

Dalam pertemuan itu, juga menjelaskan kondisi geografis Kepri yang terdiri dari ratusan pulau dan sebagian besar wilayahnya adalah laut.

Pemerintah provinsi Kepri lanjutnya, juga telah menyusun RPJMD Kepri 2021-2026 dan RPJP Kepri 2025-2045 untuk mendorong percepatan ekonomi, termasuk rencana program MCC dalam transformasi ekonomi.

Ansar mengungkapkan, dalam pelestarian lingkungan, Pemerintah Provinsi Kepri juga merencanakan, menjadikan Pulau Penyengat di Tanjungpinang sebagai daerah Zero Carbon dengan mengganti beberapa kendaraan bentor di Penyengat menjadi kendaraan listrik.

Program MCC yang akan melakukan pembangunan Pelabuhan Kuala Riau Pelantar I dan II Tanjungpinang, akan menjadi kawasan pelabuhan itu menjadi pusat arus masuk dan keluar barang, dipadukan dengan pusat penjualan hasil laut dan pusat jajanan serba ada di daerah tersebut.

Ansar juga menegaskan, jika program pembiayaan Hibah MCC itu jadi dilaksanakan, Gubernur akan secara langsung melakukan memantau proyek, untuk memastikan kelancarannya.

Kepada seluruh tim dinas di Provinsi Kepri dan Kota Tanjungpinang, ia juga diminta untuk membantu dalam menyediakan data terkait program MCC tersebut.

Pengucuran Dana dan Pelaksana Kegiatan Akan Dilakukan Bappenas

Sementara itu, perwakilan Bappenas RI, orin Sitorus mengatakan, pembiayaan pembangunan sarana prasarana pengembangan pelabuhan Kuala Riau Pelnatas I dan II Tanjungpinang akan dilakukan melalui pendanaan MCC di Bappenas.

Pelaksana teknis kegiatan dilaksanakan secara bertahap selama 5 tahun dengan perencanaan yang telah dibuat.

“Pembiayaan dari MCC ini akan dilakukan Bappenas, dengan pelaksana teknis pekerjaan dilakukan melalui lelang,” ujarnya.

Program pengembangan Pelabuhan Kuala Riau Pelantar I dan II Tanjungpinang sendiri, mencakup pembangunan dermaga, plengsengan, ruang tunggu pelabuhan, perbaikan akses jalan, dan pengembangan infrastruktur penunjang lainnya.

Penulis: Presmedia
Editor  : Redaksi

Leave A Reply

Your email address will not be published.