Ultimate magazine theme for WordPress.

Mendagri: Dana Desa Harus Tepat Sasaran dan Dirasakan masyarakat

Menteri Dalam negeri Titokarnavian, Menkeu Sri Mulyani, dan Menteri PDT Abdul Halim Iskandar saat mengikuti Raker Percepatan penyakuran danatranapwe dan dana desa di Palembang Sumatera Selatan.
Menteri Dalam negeri Tito Karnavian, Menkeu Sri Mulyani, dan Menteri PDT Abdul Halim Iskandar saat mengikuti Raker di Palembang Sumatera Selatan.

PRESMEDIA.ID, Palembang-Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan, pemerintah akan terus memonitor realisasi penggunaan dana desa dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) di Indonesia.

Hal itu dilakukan agar jangan sampai, sejumlah dana atau anggaran yang ditransfer pusat ke daerah itu “Ngendon” atau tertahan di bank atau bahkan disimpan dalam bentuk deposito oleh pemerintah daerah.

“Anggaran itu harus segera dibelanjakan, hingga dana desa dan realisasi anggaran daerah pun tepat sasaran dan benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Rapat Kerja Percepatan Penyaluran dan Pemanfaatan Dana Desa Tahun 2020, yang digelar di Gedung Main Dining Hall, Komplek Jakabaring Sport City (JSC), Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (28/02/2020.

Kementerian Dalam Negeri dan kementerian Keuangan, lanjut Tito, juga sudah menyepakati, untuk melakukan monitoring realisasi penggunaan dana transper dan dana desa oleh setiap daerah per bulan.

“Kami sudah sepakat dengan Ibu Menkeu (Menteri Keuangan Sri Mulyani) akan memonitor realisasinya setiap bulan daerah mana realisasinya bagus, mana yang ngendon di bank, disimpan di bank, tidak diputarkan, mengharapkan bunga depositonya, ini tidak boleh terjadi, harus beredar di masyarakat,” kata Tito.

Dalam rapat yang juga dihadiri Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar, Tito Karnavian juga menjelaskan perubahan mekanisme pencairan dana desa. Menurut Tito, perubahan mekanisme pencairan dana desa itu, sebagai tindak lanjut arahan Presiden Jokowi, agar dana yang ditransfer ke daerah, segera dibelanjakan. Direalisasikan. Termasuk dana desa tentunya.

“Ini skema baru dari Bapak Presiden melalui Ibu Menkeu, yaitu dulu dana desa itu diparkir dulu, ditransfernya ke kabupaten. Kalau sekarang langsung ditransfernya ke rekening desa,”katanya.

Kenapa dana desa sekarang langsung dikirim ke desa, karena Presiden Jokowi ingin, dana tersebut langsung dibelanjakan. Direalisasikan dalam program pembangunan yang bisa menggerakkan potensi desa. Sehingga manfaatnya dirasakan masyarakat desa.

” Bapak Presiden ingin agar pemikiran membangun dari pinggiran, membangun dari desa itu betul-betul nyata, muncul bergeliat,”ujarnya.

Selain itu dengan ditansfer langsung ke rekening desa, kepala desa tak lagi harus susah payah datang ke ibukota kabupaten atau kota untuk mencairkan dana desa.

“Ini juga jadi salah satu resep untuk memangkas birokrasi. Sehingga dana bisa cepat diterima.Cepat pula dibelanjakan,”ujarnya.

Dengan percepatan penggunaan dana desa itu, pemerintah pusat mengharapkan, penggunaan dana deaa dengna cepat, tepat dan bermanfaat, akan menjadi menstimulasi pertumbuhan ekonomi.

“Memperkuat daya tahan ekonomi di daerah masing-masing. Sehingga geliat ekonomi dirasakan oleh masyarakat. Denyut nadi ekonomi rakyat tetap hidup. Dengan begitu, inflasi bisa ditekan. Karena jika inflasi tak terkendali, harga barang akan naik. Ini akan memukul daya beli masyarakat,”ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Toto Karnavian juga mengatakan, besaran alokasi dana transper pusat ke daerah 2020 mencapai Rp.856 Tribun, Dari jumlah tersebut, Rp.72 triliun merupakan dana desa.

Tapi Tito mengingatkan, sebelumnya dibelanjakan, baik itu anggaran di APBD dan dana desa, ditekankan perlu musyawarah dan harus sesuai dengan aturan.

“Di tingkat provinsi, kabupaten dan kota, sebelum dibelanjakan, APBD mesti dikomunikasikan dan dibahas dengan baik oleh pemerintah daerah dan DPRDnya. Begitu juga di desa rencana belanja dana desa harus dimusyawarahkan dulu dengan baik,”tegasnya.

Kepada Gubernur, Bupati dan wali kota di Daerah Tito Karnavian juga meminta, agar segera mengesahkan dan melaksanakan anggaran APBD masing-masing sesuai dengan mekanisme dan aturan.

Penulis:Redaksi

Comments
Loading...