Ultimate magazine theme for WordPress.

Dampak Virus Corona, Kimia Farma Batasi Penjualan Masker Karena Stok Terbatas

Dinas Perindusterian dan Perdagangan Provinsi Kepri dan kota Tanjungpinang melakukan Sidak ketersiedaan dan harga Masker dan antiseprik ke Apotik Kimia Farma.

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang- Stok terbatas, PT.Kimia Farma Indonesia Cabang Tanjungpinang membatasi penjualan masker dengan menjatah satu orang pembeli hanya bisa membeli satu bungkus dengan isi 2 amasker.

Brand Manajer Kimia Farma Unit Bisnis Tanjungpinang Denny Aminunsyah mengatakan, sampai saat ini pihaknya hanya memiliki 20 Boks masker untuk persediaan 15 apotek Kimia Farma yang ada di kota Tanjungpinang dan Bintan.

“Karena stock terbatas, penjualannya ke konsumen juga di batasi. Satu orang hanya dapat membeli satu bungkus yang isinya 2 masker triple warna hijau dan satu masker mangkok,”kata Denny di Tanjungpinang Selasa (3/3/2020).

Untuk harga satu bungkus Masker, lanjut Dia dijual dengan haraga Rp 14 ribu. Terbatasnya stock persediaan masker lanjut Denny disebakan minim dan terbatasnya persediaan barang di distributor resmi di Kepri, Hingga pihak Kimia Farma harus memesan dari luar Kepri. Selain keterbatasan masker, Kimia Farma saat ini juga mengalami kekosongan stok Antiseptik, Denny mengatakan, saat ini perusahanya sedang melakukan pemesanan ke pusat.

Sementara itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Kepulauan Riau bersama stakholder terkait, melakukan Inspeksi mendadak ke Apotik Kimia Farma. untuk memantau ketersediaan stock dan harga masker.

Kepala dinas Peindusterian dan Perdagangan Burhanuddin mengatakan, sidak dan pemantauaan dilakukan untuk menyikapi gejolak harga dan ketersediaan masker dan anti septik di sejumlah apotik di daerah dalam menghadap wabah virus corona (Covid-19)

“Sidak kita lakukan untuk memastikan dan melihat ketersediaan stok dan harga masker,”ujar Burhanuddin yang saat itu didampingi Kepala dinas Perindag kota Tanjungpinang Ahmad Yani.

Dari 5 Apotik yang dipantau lanjut Burhanudin, Didapati terjadi kenaikan harga masker atas banyaknya permintaan. Namun menurut Burhanudin, masalah harga tersebut masih tentatif dan yang penting adalah kebutuhan barangnya tersedia.

“Artinya itulah upaya pemerintah untuk masyarakat, bersama-sama menjaga persoalan ini, supaya masyarakat tidak gelisah dan tidak panik,”ujarnya.

Kepada masyarakat, Burhanudin juga menghimabu agar tidak panik, tetapi yang perlu dilakukan adalah koordinasi dan antisipasi dalam pelaksanaan pencegahan. Ia juga menegaskan, pemerintah juga telah mengeluarkan surat edaran kepada seluruh pelaku usaha, distributor, agen untuk tidak melakukan penimbun dan menaikan harga masker.

“Ini penting dan jika ada yang melanggar akan diberi sanksi tegas mulai dari undang-undang perdagangannya dan perlindungan konsumen.Kita akan ambil sikap tegas, Dan jika kedapatan, izin usahanya akan dicabut ditambah pidana dan denda hingga Rp 50 miliar,”jelasnya.

Penulis:Redaksi

Comments
Loading...