Ultimate magazine theme for WordPress.

Sekda Kepri Tuntut Kesiapan Pemda Laksanakan DAK-APBN di Daerah

Kanwil Dirjen Perbendaharaan Negara Provinsi Kepri Meggelar Rakor dan Evaluasi Penyaluran DAK Fisik, DAK Nonfisik dan Dana Desa di Kepri.

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang-Pemerintah Provinsi Kepri menuntut kesiapa serta komitmen seluruh pemerintah daerah, dalam melaksanakan program kegiatan Pembangunan sesuai dengan dana DAK Fisik, dan DAK Non Fisik serta dana Desa yang dialokasikan dan dikucurkan pemerintah pusat dari APBN ke Daerah.

Sekretaris Daerah Provinsi Kepri, TS.Arif Fadilah mengatakan, dalam rangka mempercepat program pembangunan di Daerah Pemerintah Pusat terus meningkatkan pengalokasikan dan pengucuran dana DAK Fisik, DAK Non Fisik dan Dana Desa setiap tahun.

Oleh karena itu, lanjut Dia, pentingnya penyerapan dan penggunaan DAK Fisik dan Non Fisik serta dana desa yang dikucurkan Pusat, menuntut pemerintah daerah dan stockholder lainya, untuk siap memanfaatkan anggaran yang dikucurkan untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat di Provinsi Kepulauan Riau.

“Dana sudah diberikan Pemerintah Pusat. Selanjutnya, adalah perlu kesiapan kita selaku pemangku kepentingan khususnya jajaran Pemda dan Desa dalam melaksanakan program kegiatan guna kesejahteraan masyarakat dan pembangunan perekonomian Kepulauan Riau,”kata Sekretaris Daera Kepri TS.Arif pada Rapat Koordinasi dan Evaluasi Penyaluran DAK Fisik, DAK Nonfisik dan Dana Desa Tahun 2020 di Aula kantor Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Kepulauan Riau,Jl.Sultan Mahammad Syah Dompak-Tanjungpinang,Selasa (03/02/2020).

Pengalokasiaan DAK Fisik lanjut Arif, merupakan program kegiatan yang diusulan masing-masing daerah sesuai dengan skala prioritas Nasional, serta menjadi sangat penting karena menyangkut pembangunan fisik yang ada di daerah.

“Oleh karena itu, saya berharap, jangan sampai kemudian DAK Fisik ini tidak terealisasi atau tidak dapat dikerjakan, hanya karena kurangnya koordinasi dan kurangnya kesiapan OPD dalam melaksanakan program kegiatan,”ujar Arif..

Rencana kegitanya, Lanjut Arif, harus disusun betul sejak awal. Demikian juga hambatan dan kendala yang dihadapi, hendaknya dapat diatasi lebih dini.

“Penyusunan kontrak, pelaksanaan dan pengawasan pekerjaan, harus secara disiplin dijadwalkan, hingga penyelesaian pekerjaan dan realisasi penyerapan dapat dilaksanakan dengan tepat waktu,”pungkasnya.

Selain itu, Arif juga mengingatakan, perlunya sinkronisasi antar OPD di daerah agar capaian penyerapan DAK Fisik tahun 2020 di Kepri dapat lebih optimal. Dan dengan optimalnya penyerapan dana DAK Fisik di daerah akan dapat dirasakan masyarakat, serta menggerakkan iklim investasi,industri dan perdagangan serta peningkatan kualitas SDM.

“Kita harus terus bersinergi dalam pelaksanaan pembangunan. Dan dengan sana APBD yang terbatas, dan dibantu dengan DAK dan dana lainnya itu, dapat dimaksimalkan untuk membangun hal-hal yang benar-benar manfaatnya dirasakan oleh masyarakat baik itu pelabuhan, jalan, dan juga jembatan,”harap Arif.

Menyangkut dana Desa, Arif juga mengingatkan, agar penggunaan Dana Desa di Tahun 2020 ini dilaksanakan untuk pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat, Tetap memprioritaskan program padat karya dan penurunan tingkat stunting.

“Saya berharap dana desa dapat segera sampai ke tingkat Desa, sehingga program kegiatan di desa dapat segera terlaksana. Kepada jajaran OPD terkait di masing-masing Pemda, diharapkan, dapat secara aktif memberikan supervisi kepada aparatur Desa, dengan bantuan aparat penegak hukum untuk akuntabilitasnya,”ujarnya.

Sementara itu, Kakanwil DJPb Kepri Teguh Dwi Nugroho mengatakan, capaian realisasi DAK Fisik, DAK Nonfisik dan Dana Desa Tahun 2019, sedikit menurun dibandingkan dengan tahun 2018 yang lalu.

Hal itu disebabkan karena, terdapat beberapa bidang fisik yang tidak dapat dilaksanakan. Oleh karena itu dirinya berharap capaian penyerapan DAK Fisik, DAK Nonfisik dan Dana Desa tahun 2020 ini lebih baik dari 2019.

“Mari kita tingkatkan sinergi yang lebih intens lagi antara KPPN, Kanwil DJPb, Badan Pemberdayaan Masyarakat, Biro Pembangunan Pemda Provinsi, Kabupaten/ Kota serta seluruh stakeholder yang terkait agar prestasi kita terkait penyaluran dan penyerapan DAK Fisik, DAK Nonfisik dan Dana Desa tahun 2020 sesui dengan apa yang telah kita rencanakan,” harapnya.

Adapun pada acara Pembukaan Rapat Koordinasi dan Evaluasi Penyaluran DAK Fisik, DAK Nonfisik dan Dana Desa Tahun 2020 ini disejalankan juga dengan pemberian penghargaan kepada pemerintah Daerah dalam penyaluran dan penyerapan DAK Fisik dan Dana Desa.

Untuk terbaik pertama penyaluran dan penyerapan DAK Fisik diberikan kepada Kabupaten Lingga, diikuti oleh Kabupaten Bintan diurutan kedua dan Kota Tanjungpinang diurutan ketiga.

Sedangkan desa terbaik dalam penyaluran dan penyerapan Dana Desa, diperoleh Kabupaten Kepulauan Anambas, kemudian posisi ke dua Kabupaten Natuna dan ke tiga Kabupaten Bintan.

Penulis:Redaksi

Comments
Loading...