Ultimate magazine theme for WordPress.

Terindikasi Covid-19, Swap Tenggorokan Warga Tanjungpinang Dikirim ke Laboratorium Kemenkes Jakarta

Kepala Dinas Kesehatan kota Tanjungpinang Rustam dan jajarannya saat menggelar Confrensi Pers mengenai kondisi Pneumenia Covid-19 warga Tanjungpinang.
Kepala Dinas Kesehatan kota Tanjungpinang Rustam dan jajarannya saat menggelar Confrensi Pers mengenai kondisi Pneumenia Covid-19 warga Tanjungpinang.

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang-
Dinas Kesehatan Provinsi Kepri mengatakan, hingga saat ini masih melakukan observasi, dan pengambilan Swap liur tenggorokan Warga Tanjungpinang terduga penumonia Covid-19.

Kepala dinas kesehatan kota Tanjungpinang Rustam mengatakan, warga Tanjungpinang terduga penoumenia Covid-19 itu merupakan orang tua inisial Htl (51).

“Hari ini kita ambil Swap tenggorokannya, untuk dikirim ke Laboratorium Kementerian kesehatan di Jakarta. Hasilnya 2 sampai 3 hari hasil kedepan baru dapat diketahui,”ujar Rustam, Rabu,(4/3/2020).

Mengenai kronologis penanganan, Rustam juga mengatakan, Bahwa Htl awalnya mengeluhkan demam sakit tenggorokan, sesak nafas, sakit kepala, badan lemah serta nyeri otot, mual, muntah dan diare sejak 10 hari lalu dan sebelum di rujuk ke RSUP yang bersangkutan memiliki riwayat bepergian ke negara Singapura selama 14 hari terakhir.

“Pada tanggal 24 Februari 2020 Htl berangkat ke Singapura pukul 10.50 WIB, dengan menggunakan kapal Ferry melalui Pelabuhan Internasional Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang bersama abangnya berinisial HJS untuk keperluan berobat,” ujar Rustam saat press rillis di Puskesmas Seijang Kota Tanjungpinang, Rabu(4/3/2020).

Selama di Singapura Htl dan abangnya menginap di rumah saudaranya yang beralamat di Gimmoh Road. Seluruh anggota keluarganya saudaranya disana tidak menunjukan gejala sakit ataupun demam.

“Tanggal 25 Februari 2020, dia (Htl) dan abangnya pada pukul 07.00 waktu Singapura berangkat ke rumah sakit Nasional University (NUH) untuk berobat atas keluhan diare, setelah itu kembali lagi menginap kerumah saudaranya,” ungkapnya.

Keesokan harinya Htl bersama abangnya kembali ke Tanjungpinang melalui Terminal Ferry Tanah Merah Ferry menuju pelabuhan SBP Tanjungpinang dengan menggunakan Ferry.

“Dari pengakuan Htl dan abangnya, selama di Singapura, yang bersangkutan tidak pmelakukan kontak dengan kerumunan orang banyak, tidak pernah mengunjungi pasar ataupun pasar hewan, serta tidak pernah kontak dengan keluarga atau orang dengan gejala demam,”ujar Rustam.

Setelah kembali dari Singapura, lanjut Rustam, Htl kembali mengeluhkan demam, sakit tenggorokan, sesak nafas dan sakit kepala, badan lemah serta sakit-sakitan, nyeri otot, mual, muntah dan diare. Mengetahui kemudian yang bersangkutan di bawa ke RSUD Kota Tanjungpinang, pukul 23.00 WIB, Senin(2/3/2020).

“Dokter rumah sakit mendiaknosa HTL sementara adalah Pneumonia dan adanya immunocompromised,”jelasnya.

Dengan demikian keesokan harinya HTtl dirujuk sebagai suspect Covid-19 ke Rumah Sakit Raja Ahmad Thabib untuk dilakukan penanganan lebih lanjut diruang isolasi sesuai standar Operasional Prosedur (SOP) .

Penulis:Roland

Comments
Loading...