Kasus Pengoplosan Beras Dihentikan Polresta, LPK-M Konsumen Lapor Satgas Pangan Mabes Polri

0 76
Tangkapam Video Viral saat seorang Pekerja mengoplos dengan cara menggant kemasan beas Bulog ke dalaam Kemasan beras cap Pera Super berlogo Rumah Gadang.
Tangkapam Video Viral saat seorang Pekerja mengoplos dengan cara menggant kemasan beas Bulog ke dalaam Kemasan beras cap Pera Super berlogo Rumah Gadang. (Foto: Doc-Presmedia.id)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Penyidik Polresta Tanjungpiang menghentikan penyelidikan dugaan pengoplosan beras Bulog dengan modus pergantian kemasan (repacking) di Tanjungpinang.

Atas penghentian penyelidikan dan penyidikan ini, Lembaga Perlindungan dan Mitra Konsumen (LPK-MK) Provinsi Kepulauan Riau mengatakan akan melaporkan dugaan penggantian kemasan beras Bulog ke beras premium itu ke Mabes Polri, Bulog serta Kementerian Perdagangan.

Kasat Reskrim Polresta Tanjungpinang, AKP M.Dharma Ardiyaniki, mengatakan, penghentian penyelidik dugaan repacking beras Bulog di gudang CV.Adil Mitra Sembada itu, dibarengi dengan penghentian kasus dugaan penggelapan beras yang dilakukan mantan karyawan CV.Adil di Polresta Tanjungpiang.

Penghentian ini kata M.Dharma, dilakukan atas adanya perdamaian antara Bos CV.Adil dengan karyawannya dalam kasus ketenagakerjaan.

“Mereka telah melakukan mediasi di hubungan industrial secara resmi dengan bantuan Disnaker. Mediasi ini diadakan sebagai respons terhadap penyebaran video yang mencurigakan terkait dugaan pengoplosan beras dengan modus pergantian kemasan di gudang CV. AMS,” kata kata M.Dharma Rabu (1/10/2023).

Mediasi lanjutnya, menghasilkan surat pernyataan dari beberapa karyawan yang meminta maaf dan kesepakatan mediasi telah dicapai.

Dengan kesepakatan itu, Satreskrim Polresta Tanjungpiang kemudian melakukan gelar perkara dan memastikan persyaratan formal dan materil kasus perkara telah memenuhi penyelesaian dengan Restoratif Justice (RJ).

“Kami juga ingin menegaskan bahwa video terkait dugaan pengoplosan tersebut tidak benar. Hal ini didukung oleh surat pernyataan, permohonan maaf, dan video klarifikasi kesepakatan bersama,” tambah Dharma.

LPK-M Konsumen Lapor Ke Mabes Polri

Ditempat terpisah Lembaga Perlindungan dan Mitra Konsumen (LPK-M) Konsumen Provinsi Kepulauan Riau mengatakan, penghentian kasus dugaan pengoplosan beras yang dilakukan Polresta Tanjungpinang dengan alasan damai sangat tidak masuk akal karena substansi permasalahannya juga berbeda.

Ketua LPK-M Konsumen Kepri Rian mengatakan, bahwa masalah pengoplosan Beras dengan modus penggantian Kemasan itu, tidak ada kaitannya dengan hubungan antara karyawan dan pengusaha.

“Kasus dugaan pemalsuan kualitas beras yang merupakan bahan makanan pokok ini merupakan masalah serius dan menyangkut hajat hidup orang banyak,” kata Rian.

Jika kasus karyawannya diselesaikan secara damai, itu hubungan antara karyawan dan pengusahanya.

Namun kebenaran fakta adanya dugaan pengoplosan beras Bulog ke beras premium lain ini, harus dibuktikan penyidik dengan menjelaskan fakta dan bukti bahwa dari pemeriksaan di gudang, hasil monitoring uji kualitas beras yang didistribusikan CV.Adil ke pasaran kualitasnya tidak berbeda dengan merek beras sebenarnya.

“Hal ini yg dibutuhkan masyarakat jika memang polisi lurus dalam menegakan hukum, serta tidak ada yang mengintervensi,” ujarnya.

Karena lanjut Rian, ada ribuan masyarakat di Tanjungpinang yang menyaksikan video viral pengemasan ulang beras Bulog ke beras premium itu, merasa was-was dan khawatir atas beras yang mereka beli dengan kualitas merek Sunkis, namun isinya terbayar beras Bulog.

“Dugaan pengoplosan beras dengan modus pergantian kemasan ini merupakan masalah serius, yang berkaitan dengan kualitas beras, dugaan pengambilan keuntungan dari selisih harga serta dugaan penyelewengan beras premium pemerintah (Bulog) dengan HET yang sudah ditentukan, tetapi dimanfaatkan oknum pengusaha dengan mengganti kemasan dan dijual dengan harga mahal,” ujarnya.

Oleh karena itu, Rian menegaskan penyelesaian hukum dengan Restorative Justice atas kasus ini sangat tidak masuk akal.

Atas hal itu lanjutnya, LPK-M Konsumen Kepri, akan melaporkan penghentian dan dugaan pengoplosan Beras Bulog menjadi beras Premium merek lain ini ke Satgas Pangan Mabes Polri, Bulog, Kementerian Perdagangan, serta Kejaksaan Agung.

“Dalam waktu dekat ini kami akan Buat Laporan, setalah seluruh fakta dan data alat Buktinya siap kami kumpulan,” pungkasnya.

Berita Sebelumnya :

Penulis: Roland
Editor  : Redaktur

Leave A Reply

Your email address will not be published.