Polres Bintan

Azman Taufiq dan Amjon Langsung Pulang, Kajati Kepri: Nanti Ada Saat-nya Ditahan

Amjon dan Kuasa Hukumnya saat keluar dari ruang Penyidikan kejaksaan Tinggi Kepri.

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang- Dua tersangka dugaan Korupsi Pengeluaran Izin Usaha Pertambangan Khusus-Operasi Produksi (IUPK-OP) baoksit tanpa prosedural Amjon dan Azaman Taufiq masih bernafas lega dan bisa pulang usai diperiksa Penyidik Kejaksaan tinggi Kepri,Rabu,(4/3/2020).

Usai diperiksa, tersangka Azman Taufiq terlihat pulang dari Kejaksan tinggi Kepri. Ditemui bersama Kuasa Hukumnya Eduard Arfa SH, Azaman Taufiq melalui kuasa hukumnya mengatakan, hanya dimintai keterangan dengan beberapa pertanyaan, untuk melengkapi berkas pemeriksaan sebelumnya.

“Ditanya dengan beberapa pertanyaan aja, khusunya terkait dengan kewenangan Dia (Azman Taufiq-red) sebagai Kepala DPMPTSP, Dalam penandatanganan 8 IUPK-OP tambang Baoksit di Bintan itu,”ujar Eduard Arfa pada PRESMEDIA.ID.

Dan seluruh pertanyaan yang diajukan, lanjutnya dijawab sesuai dengan Tugas dan fungsi klienya itu saat menjabat sebagai Kepala DPMPTSP Kepri.

Sementara Amjon, yang saat itu didampingi kuasa hukumnya Dicky SH, pemeriksaanya sempat molor hingga pukul 12.00 WIB karena Kuasa Hukumhya saat itu belum hadir.

Menjelang tengah harinya, Amjon dan kuasa hukumnya kembali mendatangi ke Kejaksaan Tinggi Kepri guna dilakukan pemeriksaanya sebagai tersangka.

Didampingi kuasa hukumnya, Amjon menyatakan, masih terus menjalani pemeriksaan diruang penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Kepri atas dugaan koruosi yang sangkakan kepadanya.

“Masih diperiksa, belum selesai, ini dikasih istirahat untuk sembahyang saja,”ujarnya menjelang sore, sambil menuju musholah Kejati Kepri.

Kajati Kepri: Nanti Ada Saat-nya Kalau Mau Ditahan

Kepala Kejaksaan tinggi Kepri Sidarwidadi yang dikonfrimasi dengan proses hukum tersangka Amjon dan Azman Taufik serta 7 tersangka korupsi lainya di Kepri yang sudah ditetapkan, mengatakan hingga saat ini masih melakukan proses penyidikan

Disingung mengenai pendapat masyarakat yang menyatakan, Kejaksaan tinggi Kepri, Baik terhadap Koruptor, hingga tidak melakukan penahanan, Sudarwidadi membantah dengan mengatakan, kalau hal itu tidak benar.

“Nggak ada cerita itu, (Baik sama koruptor-red) Belum ditahan karena masih penyidikan, Nanti ada saatnya kalau mau ditahan,”ujar Sudarwidadi, pada PRESMEDIA.ID, di Kajati Kepri.

Saat ini lanjut-nya, ke 9 Berkas Perkara korupsi yang ditetapakan masih terus disidik, oleh timnya Pidana Khusus, dengan pemeriksaan dan pemanggilan tersangka untuk diperiksa.

“Ini kan sedang pemanggilan, Nanti kita kita lihat saja kalau sudah selesai penyidikanya,”sebutnya.

Sebagai mana diketahui, Kejaksaan Tinggi Kepri sebelumnya telah menetapkan 9 tersangka dari sejumlah kasus dugaan tindak Pidana korupsi di Kepri.

Ke 9 tersangka itu terdiri dari 5 tersangka dugaan Korupsi Tunjangan Perumahan DPRD Natuna yang merugikan keuangan negara Rp.7,7 Milliar dari APBD 2011-2015 Natuna.

Kemudian, 2 tersangka korupsi penyalah gunaan wewenang pengeluaran IUPK-OP izin tambang bauksid di ESDM dan DPMPTSP Kepri dengan nilai kerugian Rp30 Milliar. Serta 2 tersangka korupsi Pengadaan alat Laboratorium SMA di Dinas Pendidikan Provinsi Kepri dengan nilai kerugian Rp.777 juta.

Ke 9 tersangka korupsi yang sudah ditetapkan itu, hingga saat ini masih bebas berkeliaran karena tidak satupun tersangkanya yang ditahan. Demikian juga berkas perkara ke 9 tersangka juga tak kunjung dilimpah kejaksaan Tinggi Kepri ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi untuk diadili.

Penulis:Redaksi

Comments
Loading...