DPRD Lingga

Anggaran, SDM dan Sarana Terbatas, Lingga Siaga Bahaya Covid-19

Bupati Lingga Alias Wello dan Kepala dinas Kesehatan Lingga, serta OPD lainya saat menggelar persrelies percepatan penanganan
Covid-19 di Lingga.

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang- Ditengah keterbatasan Sarana, Anggaran dan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam penanganan virus corona (covid-19), Pemerintah kabupaten Lingga menetapakan kondisi Lingga dalam Siaga Bahaya Covid-19.

Pemerintah dan Instansi terkait di Kabupaten Lingga, terus fokus melakukan proteksi dan pengawasan pintu masuk serta memberi edukasi sosial distence pada masyarakat agar menjauhi keramian dan perkumpulan massa hingga tidak tertular wabah virus corona.

Bupati Lingga Alias Wello mengatakan, penyebaran virus corona saat ini begitu cepat, daya tular yang begitu cepat membuat pemerintah kalah cepat apalagi di Lingga, Harapanya masyarakat dapat menyikapi dengan memprotect diri, menjaga lingkungan dan mengurangi kegiatan-kegiatan yang bersifat kumpul-kumpul dan menjauhkan diri dari komunitas yang tidak begitu penting (social distancing).

“Dari rapat yang digelar dengan Instansi terkait semalam, kondisi yang ada saat ini, Lingga keterbatasan SDM, dukungan peralatan medis serta biaya operasional. Didalam APBD juga tidak ada alokasi anggaran untuk wabah covid,”ujarnya pada sejumlah wartawan saat menggelar presrilies di Dabo Singkep Lingga Selasa,(24/3/2020).

Namun demikian, lanjut Alias Wello, dalam hal antisipasi musibah yang tidak tertangani, pemerintah telah menyiapkan satu speed Kusus bagi pasien yang membutuhkan rujukan cepat keluar daerah. Pihak kesehatan juga diinstruksikan untuk membuat proposal anggaran yang bisa mengcover wabah ini lebih luas.

“Kondisi saat ini di 7 kabupaten kota, Alhamdulilah Lingga masih nihil baik ODP maupun PDP. Namun hal ini tidak membuat kita lengah. Kondisi rumah sakit kita yang minim, kendalanya adalah tidak adanya alkes yang standard, kondisi fisik bangunan ruang isolasi berdekatan dengan rumah warga,”ujarnya.

Namun demikian lanjutnya, siap atau tidak siap, harus dilaukan antisipasi, demikian juga ruang isolasi demikian juga langkah-lengkah pencegahan. Dengan segala keterbatasan itu, Alias Wello berharap semua pihak bisa meng edukasi masyarakat tentang bahaya Copid 19 dan masyarakat Lingga dapat terhindar dari bahaya copid 19.

“Saya juga sudah menginstruksikan Pimpinan OPD dinas, tidak boleh berada diluar daerah, yang sudah di luar daerah segera balik kita akan menetapkan daerah siaga bahaya Copid 19,”ujarnya.

Dari Pihak TNI-Polri dan Satpol PP dikatakan, juga terus melaksanakan Patroli secara rutin dengan sasaran kerumunan masa dengan jumlah diluar toleransi, pesta hajatan pernikahan juga dihimbau untuk tidak dilakukan termasuk demonstrasi. Polres Lingga juga membantuk gugus tugas, penyemprotan disinfektan, pembuatan bebeapa posko sudah dibentuk dan pemeriksaan suhu tubuh anggotanya.

“Kondisi saat ini perlu kita sikapi bersama dengan hati-hati, tapi tidak boleh panik,”sebutnya.

Menyikapi siswa sekolah yang dibawa orang tuanya berlibur ke luar Lingga, Alias Wello menegaskan, sudah memerintahkan Kepala dinas Pendidikanya, agar melarang siswa sekolah Lingga berlibur ke luar daerah.

“Dinas Perhubungan juga sudah meminta operator kapal, agar mengurangi frekuensi perjalanan dari dan ke Lingga. Tanpa menggangu kegiatan ekonomi. BNPB juga menyiapkan satu Speed jika ada keadaan yang mendesak,”sebutnya.

Kepala Dinas Kesehatan Lingga Syamsudi juga mengakui, kondisi serba minim dan terbatasanya, sarana, SDM dan anggaran Pemerintah Lingga dalam penanganan covid-19 ini. Namun demikian, Dinas Kesehatan Lingga juga terus melakukan upaya-upaya sosialisasi, edukasi, tentang bagaimana proses penyebaran Virus ini dan bahayanya pada masyarakat.

“Dengan segala sumber daya yang ada, Pemerintah melalui Dinkes dan Instansi terkait, terus melakukan upaya pencegahan, deteksi suhu tubuh pada penumpang di Pelabuhan, serta melaksanakan protokoler percepatan penanganan Covid-19 melalui edukasi dan sosial distence,”ujarnya.

Penulis:Aulia/Redaksi

Comments
Loading...