Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Afriyandi dan 4 Terdakwa Kasus Pemilu di Tanjungpinang Mulai Disidangkan 17 Mei 2019

Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Tanjungpinang, Rizky Rahmatullah.

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang- Terdakwa kasus pemilu, anak wali kota M.Afriyandi bersama 4 terdakwa lain, masing-masing Agustinus Marpaung, Yusrizal, Warso dan Wahyu Budianto akan mulai disidangkan hakim PN Tanjungpinang pada 17 Mei 2019 mendatang.

Humas PN Tanjungpinang Edward P Sihaloho mengatakan, dari 5 terdakwa kasus tersebut, teregister dengan 4 perkara di PN Tanjungpinang, setelah sebelumnya dilimpahkan Kejaksaan Negeri,Kamis,(13/6/2019).

Perkara atas nama M.Afriandi tereguster dengan nomor:182/Pid.Sus/2019/PN Tpg, dan berkas perkara nomor, 183 atas nama terdakwa Agustinus Marpaung dan Yusrizal, serta nomor:184 dan 185 masing-masing atas nama terdakwa Waeso dan Wahyu Budianto.

“Majelis hakim yang memeriksa ke 4 berkas perkara dengan 5 terdakwa itu, juga sudah ditunjuk Ketua Pengadilan, dan pada 17 Mei 2019, berkas atas nama terdakwa Wahyu Budianto akan mulai disidangkan wakil Ketua PN Sumedi SH sebagai ketua Majelis,”ujar Edward di PN Tanjungpinang.

Sedangkan utuk terdakwa Warsono dengan majelis hakim Edward P Sihaloho, Acep Sauri dan Santonius Tambunan, dijadwalkan akan mulai disidangkan pada 18 Mei 2019 mendatang.

“Sedangkan berkas terdakwa M.Afriyandi, kemudian terdakwa Agustinus dan Yusrizal, Majelisnya di ketuai Ocep Sofiyan Sauri dan pelaksanaan sidangnya akan segera ditentukan,”kata Edward.

Sebelumnya, Kepala seksi intelijen kejaksaan Negeri Tanjungpinang, Rizky Rahmatullah mengatakan, telah melimpahkan 4 berkas dugaan tindak pidana Pemilu caleg Partai Gerindra dan Garuda di Tanjungpinang itu ke Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang.

Ke 5 terdakwa kasus pemilu yang dilimpahkan itu terdiri dari 4 berkas, dengan 5 terdakwa.

Dua dari 5 tedakwa, masing-masing Waeso (Wr) dan Wahyu (Wh) dikatakan Rizky Rahmatullah, akan disidangkan secara Inabsensial, karena terdakwanya tidak ada dan kabur.

“Ketentuan, dalam tindak pidana pemilu, membrikan ruang pada jaksa dan hakim untik menyidangkan perkara pemilu, secara inabsensial, walaupun terdakwanya tidak hadir,”ujar Rizky.

Kerugianya, tambah dia, tentu juga pada pihak terdakwa, yang tidak ada kesempatan untuk membela diri, atas kasus yang dituduhkan, karena lari dan sudah beberapa kali dipanggil jaksa tetapi tetap tidak hadir.

Sebelumnya, ke 5 terdakwa pidana Pemilu 2019 ini ditetapkan tersangka oleh Sentragakumdu Bawaslu, Satreskrim Polres dan Kejaksaan Negeri Tanjungpinang, karena diduga memberikan sejumlah dana pada peserta pemilu, untuk memilih nya sebagai caleg dan calon legislatif lainya pada masa tenang menjelang pemilu 17 April 2019 kemarin.

Atas dugaan pidana pemilu yang dilakukan, M.Afriyandi dan 4 terdakwa lainya, dijerat dengan Pasal 523 ayat 1 jo Pasal 280 ayat 1 huruf j Undang-Undang Pemilu Nomor 7 Tahun 2017 tentan Pemilu. (Tim Presmed)

Comments
Loading...