Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Perkara Preman Halangi Wartawan Tak Kunjung Dilimpah, Jaksa Surati Penyidik Polda

Kepala Seksi Penerangan Kajati Kepri, Ali Rahim SH

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang-Kejaksaan Tinggi Kepri mengatakan, hingga saat ini belum menerima berkas perkara preman yang menghalangi pekerja pers saat melakukan peliputan di PN Tanjungpinang.

Kepala Seksi Penerangan Kejaksaan Tinggi Kepri Ali Rahim mengatakan, atas belum adanya pengiriman Berkas perkaravatas nama tersangka M.Iksan tersebut, Kejaksaan tinggi Kepri telah menyurati (P17) penyidik Direskrimum Polda Kepri untuk mempertanykan berkas perkaranya.

“Masih dalam tahap P17, dan telah dikirimkan pada Mei 2019 kemarin,”
ujarnya pada wartawan di Kajati Kepri,Kamis,(13/6/2019).

Sebelumnya kata Ali Rahim, penyidik Polda Kepri telah mengirimkan (SPDP) kasus penghalangan Pers tersebut ke Kajati dengan Tersangka M.Iksan.

Namun sampai saat ini, tindak lanjut Berkas Perkara dari SPDP penyidik Polda itu, tidak kunjung ditindak lanjuti dengan pengiriman berkas.

“Pada Mei 2019 lalu, kami P17 melalu pengiriman surat ke penyidik Polda,”ujarnya.

Terkait tindak lanjutnya kata Ali, masih menunggu hasil penyidikan Polda dan pengiriman Berkas tahap pertama.

“Kalau dua kali kami surati, berkas tak kunjung di kirim, maka SPDP penetapan tersangka dalam kasus itu akan kami kembalikan ke Polda Kepri,”ujarnya.

Sebelumnya, Polda Kepri menyatakan kendati sudah 4 tahun, masih terus melakukan penyidikan terhadap tindak pidana penghalangan pekerjaan pers dengan terdangka M.Iksan trersebut.

Sebagai tindak lanjut penyidikan, Penyidik baru kasus penghalangan ini, juga telah mengirimkan SPDP, serta menyita barang bukti berupa Handycam dan Hand Phond wartawan yang menjadi korban sebagai tambahan barang bukti.

Lamanya proses hukum tersangka penghalangan Wartawan, juga menjadi pertanyaan tiga korban, serta organisasi Aliansi Jurnalis Independen (AJI) kota Tanjungpinang.

Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) kota Tanjungpinang, Jailani mengatakan, belum adanya tindak lanjut proses penyidikan dan proses hukum pada tersangka yang sudah ditetapkan penyidik Polda, atas kasus kekerasan dan penghalangan pekerja jurnalis ini, sangat disayangkan, dan menjadi ujian terhadap kinerja serta profesionalisme Kepolisian sebagai lembaga penegak hukum dan pelindung serta pengayoman masyarakat.

“AJI Tanjungpinang sangat menyayangkan, belum adanya tindak lanjut proses hukum atas laporan kasus kekerasan dan penghalangan terhadap Jurnalis ini, yang hingga saat ini sudah 4 tahun setelah dilaporkan, “sebutnya di Tanjungpinang, Rabu,(1/5/2019).

Selain mempertanyakan pada Polda Kepri tambah Jailani, AJI Tanjungpinang juga telah melaporkan lambanya penanganan kasus ini ke AJI Indonesia serta ke Kapolri di Mabespolri, demikian juga ke Kapolda Kepri di Batam.

“Kami akan terus mengawal dan mempertanyakan tindak lanjut proses yang dilakukan Penyidik Polda Kepri. Serta mempertanyakanya ke Kapolri, melaluai AJI Indonesia,”ujarnya.

Sementara tersangka, sambungnya lagi, hingga saat ini bebas berkeliaran, seolah tidak tersentuh hukum. Hal itu terlihat dari keberadaan Tersangka di kantor perintah provinsi Kepri, serta Pengadilan Negeri Tanjungpinang.(Tim Presmed)

Comments
Loading...