Isdianto Laporkan Kekurangan 10 Ribu APD Tangani Covid-19 di Kepri 

Pemerintah Tidak Izinkan Pengusaha Kepri Datangkan Dokter Dari Cina  

Rapat Koordinasi Plt.Gubernur Kepri Via Teleconfrence dengan Menko Maritim dan Inestasi serta kementeriaan lainya dan sejumlah Gubernur lainya di Indonesia.

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang- Ikuti rapat koordinasi Kewajiban Karantina Arus Balik Pekerja Migran Indonesia dengan sejumlah menteri dan Gubernur di Indonseia, Plt.Gubernur Kepri Isdianto melaporkan kondisi dan situasi percepatan penanganan civid-19 di Provinsi Kepri.

Rapat koordinasi sejumlah menteri dan kepala Daerah yang di gelar melalui video confrence ini, dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan yang diikuti Isdianto dari kantor Gubernur Kepri, Minggu,(29/3/2020).

Isdianto mengatakan, sejumlah upaya sudah dilakukan oleh pemrintah provinsi Kepri dalam penrecepatan penanganan covid-19 di Kepri. Dan sampai saat in seluruh FKPD dan para stakeholder terkait di Kepri, sudah bekerja keras, tanpa terkecuali. Sayangnya kerja keras ini masih menghadapi kendala karena kurangnya Alat Perlindungan Dasar (APD).

“Kita kekurangan APD pak. Masih butuh sekitar 10 ribu lagi. Kemaren sudah dikirim 2.000 dari pusat dan sudah didistribusikan. APD sebanyak 10 ribu yang kita butuhkan ini adalah untuk RS Galang 5000 dan 5000 untuk Rumah Sakit lain yang ada di Kepri,”ujar Isdianto.

Menanggapi hal itu, Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, saat ini pemerintah terus mendistibusikan penambahan alat medis dan APD ke daerah. Namun demikian, Pemerintah pusat juga menginstruksikan ke daerah untuk dapat langsung memesan dab mengadakan APD tersebut langsung pada perusahan penyedia.

Berita Terkait

Pemerintah Tidak Izinkan Pengusaha Kepri Datangkan Dokter Dari Cina

Selain masalah APD, Isdianto juga mengutarakan adanya upaya dari niat gabungan pengusaha di Kepri yang meminta bantuan mendatangkan dokter dari cina untuk menanggulangi dampak covid-19 di Kepri.

“Hal ini dilakukan karena para dokter dari luar itu sudah punya pengalaman dalam menangani covid-19 ini. Dan diharapkan bisa banyak membantu,”ujar Isdianto.

Namun atas apa yang disampaikan Idianto itu, pemerintah Pusat melalui Dirjen Kementeriaan Luar Negeri menyatakan, usulan tersbut perlu dipertimbangkan dasi sisi Politik dan hal lainya.

“Kalau bantuan alat medis tidak ada masalah, Tapi kalau mendatangkan dokter dari luar perlu pertimbangan secara politis dan hal lainya,”ujar Direktur Jenderal Protokol dan Konsuler Kementerian Luar Negeri.

Penulis:redaksi 

Comments
Loading...