Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Pemerintah Kembali Perpanjang Masa Kerja ASN Dari Rumah

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara, Refromasi dan Birokrasi (MenPANRB) Tjahjo Kumolo.

PRESMEDIA.ID,Jakarta-Pemerintah memutuskan kebali memperpanjang pelaksanaan kebijakan Aparatur Sipil Negara (ASN) bekerja di rumah (work from home) hingga 21 April 2020. Kebijakan itu sebagai respon dari perpanjangan status keadaan darurat bencana wabah penyakit virus corona di Indonesia yang telah dikeluarkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara, Reformasi Birokrasi (MenPANRB) mengatakan, Perpanjangan masa work from home_ (WFH) bagi ASN itu tertuang dalam Surat Edaran Menteri PANRB No.34 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Surat Edaran Menteri PANRB No. 19 Tahun 2020 tentang Penyesuaian Sistem Kerja ASN Dalam Upaya Pencegahan Penyebaran Covid-19 di Lingkungan Instansi Pemerintah.

“Masa pelaksanaan WFH bagi ASN diperpanjang sampai dengan tanggal 21 April 2020 dan akan dievaluasi lebih lanjut sesuai dengan kebutuhan,”ujar Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo didampingi Sekretaris Kementerian PANRB Dwi Wahyu Atmaji dan Kepala BKN Bima Haria Wibisana saat menggelar virtual press conference di Kantor Kementerian PANRB, Jakarta, Senin (30/03/2020).

Selain perubahan terkait masa pelaksanaan work from home, di dalam Surat Edaran tersebut, juga dicantumkan perubahan terkait penyesuaian sistem kerja, kepada para Pejabat Pembina Kepegawaian pada kementerian/ lembaga/daerah.

Dengan tugas agar melakukan penyesuaian sistem kerja bagi ASN melalui pelaksanaan tugas kedinasan di rumah/tempat tinggal (work from home) bagi ASN dengan mempertimbangkan penetapan status darurat bencana pada provinsi/kabupaten/kota dimana instansi pemerintah berlokasi.

Memastikan ASN di lingkungan kementerian/lembaga/daerah mencapai sasaran kerja dan memenuhi target kinerja sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang mengatur mengenai disiplin pegawai.

Melalui Surat Edaran tersebut diberitahukan pula, untuk memantau perkembangan dan melakukan pencegahan penularan Covid-19 bagi ASN, para PPK perlu melakukan pembaharuan data ASN yang terpapar dan/atau terkonfirmasi positif Covid-19 melalui Sistem Aplikasi Pelayanan Kepegawaian (SAPK).

Petunjuk pelaksanaan pembaharuan data tersebut akan diatur lebih lanjut oleh Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN).

“Surat Edaran Menteri PANRB No. 19 Tahun 2020 tentang Penyesuaian Sistem Kerja Aparatur Sipil Negara dalam Upaya Pencegahan Penyebaran Covid-19 di Lingkungan Instansi Pemerintah masih tetap berlaku dan merupakan satu kesatuan dengan Surat Edaran ini, sampai dengan ditetapkannya kebijakan baru,”ujar MenPANRB.

Penulis:Redaksi

Comments
Loading...