Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Diduga Peras Management Hotel Penampung Imigran, Pengurus Ormas Ditangkap Polisi

PRESMEDIA.ID,Bintan-Diduga melakukan pemerasan terhadap management hotel Badra Resort Bintan. Seorang Oknum pengurus organisasi mahasiswa M (32) diamankan satreskrim Polres Bintan, di rumah makan Mega Bintan Jalan Toapayah-Bintan sekitar pukul 18.30 wib, Selasa,(18/6/2019) kemarin.

Kasat Reskrim Polres Bintan AKP.Yudha Suryawardana mengatakan, penangkapan terhadap terduga pelaku pemerasan management hotel Badra Resort Bintan itu, dilakukan atas laporan Alex selaku management.

Adapun modus yang dilakukan terduga M, sambung Yudha, awalnya, M bersama organisasinya menyoroti keberadaan Imigran WNA pencari suaka yang ditampung dan dititipkan Rudenim Imigrasi di hotel tersebut.

“Atas keberadaan imigran itu, M bersama rekanya yang mengatasnamakan organisasi, menyatakan keberadaan imigran di hotel tersebut meresahjan warga, dan pihaknya akan mendemo hotel Badra Resort, terkait keberadaan imigran,”ujarnya.

Selanjutnya, atas rencana aksi demo itu, terjadi komunikasi antara pelaku dan manageman hotel. Pihak hotel meminta agar demo jangan dilaksanakan, dan atas permintaan management hotel itu, M bersama rekanya meminta, agar management Badra hotel memberikan uang sebesar Rp.60 juta.

Selanjutnya, pelaku dan pihak manajemen melakukan kesepakatan, dan memberikan uang Rp 5 juta. Namun setelah pihak manageman Badra memberikan uang tersebut dan menyatakan tidak sanggup menuruti permintaa pelaku yang meminta Rp.60 juta, pelaku dan rekanya tetap melakukan mengancam akan berdemo.

Dalam menjalankan aksinya, terduga pelaku M dikatakan Yudha, tidak sendiri dan masih ada tiga rekannya yang lain, dan saat ini masih dalam pengejaran.

“Dua rekan M masih dalam pemanggilan. Nanti kami akan lakukan pemeriksaan, untuk melihat peran masing-masing,”ujarnya.

Disinggung organisasi masyarakat yang diatasnamakan pelaku, Kasat reskrim polres Bintan ini mengatakan, dari pengakuan pelaku, memang ada hubungan dengan beberapa LSM dan Organisasi kemahasiswaan. Dan pelaku sendiri mengaku tergabung dalam Gerakan Masyarakat Peduli Lingkungan (GMPL).

“Untuk proses lebih lanjut, pelaku ditetapkan tersangka dan dijerat dengan Pasal 368 tentang pemerasanan dengan camana 9 tahun penjara dan atau pasal 378 tentang penipuan dengan ancaman 4 tahun penjara,”ujar Yudha.(PRESMEDIA)

Comments
Loading...