Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Didampingi Sejumlah Advokat, Bobby Jayanto Penuhi Panggilan Polisi

Ketua partai Nasdem Kota Tanjungpinang Bobby Jayanto mendatangi Satreskrim Polres Tanjungpinang, Senin,(24/6/2019) sekitar pukul 11.00 Wib.
Ketua partai Nasdem Kota Tanjungpinang Bobby Jayanto mendatangi Satreskrim Polres Tanjungpinang, Senin (24/6/2019) sekitar pukul 11.00 Wib.

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang- Penuhi panggilan Polisi terkait dugaan pidato rasis berbahasa Tionghoa saat menghadiri sembahyang keselamatan di pelantar II Tanjungpinang. Ketua partai Nasdem Kota Tanjungpinang Bobby Jayanto mendatangi Satreskrim Polres Tanjungpinang, Senin (24/6/2019) sekitar pukul 11.00 Wib.

Didampingi pengacara Rio Iwan Saputra, Zudi Fardi dan M.Indra serta Syukrianto dari kantor hukum Rio Irwan Saputra SH, Bobby Jayanto tiba di Satreskrim Polres Tanjungpinang, menggunakan mobil Alphard hitam dengan nomor polisi BP 2 BJ. Bergitu tiba, Caleg partai Nasdem Provinsi Kepri itu, langsung memasuki ruang Satreskrim Polres Tanjungpinang.

Saat ditanya wartawan, Bobby mengatakan, hadir untuk memenuhi panggilan Polisi, terkait pidatonya di acara Sembahyang laut di Pelantar II Kota Tanjungpinang pada Sabtu 8 Juni 2019 lalu, yang dianggap Rasis dan menyinggung Etnis.

“Saya datang, diundang untuk mengklarifikasi soal yang dianggap orang ujaran saya yang menyinggung perasaan dan saya mau luruskan,”kata Bobby Jayanto pada wartawan.

Baca Juga

Kepada media, Bobby juga membela diri, kalau dirinya tidak ada tujuan untuk menyinggu Etnis atau rasis dalam pidatonya tersebut.

“Saya tidak ada tujuan perkataan untuk menyinggung,” kata Bobby.

Sebelumnya, polres Tanjungpinang, melayangkan surat panggilan untuk pemeriksaan Bobby Jayanto atas dugaan pidato rasis dan menyinggu sejumlah etnis berbahasa Tionghoa yang dilaporkan sejumlah Ormas dan LSM ke Mapolres Tanjungpinang.

Empat ormas dan LSM yang melaporkan Bobby Jayanto itu adalah, Ormas Gagak Hitam Tanjungpinang dan Bintan, LSM Cindai serta ormas lainya.

Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP.Efendi Alie, sebelumnya juga membenarkan laporan oramas tersebut, melalui Laporan Polisi LP-B/82/VI/2019/KEPRI/SPKT-Res TPI tanggal 11 Juni 2019, dengan sangkaan pidana pasal 16 huruf B angka 2 UU RI nomor 40 tahun 2008 Tentang, Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis, dengan ancaman 5 tahun penjara dan denda Rp.500 juta.

Atas laporan itu, sambung Ali, Penyidik telah memanggil dan memeriksa sejumlah saksi, termasuk ahli bahasa Thionghoa dan Ahli Bahasa Indonesia, untuk mengetahui makna dan tujuan kata yang disebutkan, ketua DPD Nasdem kota Tanjungpinang itu, apakah masuk dalam unsur Rasis atau tidak.

“Hari ini, yang bersangkutan (Bobby Jayanto-red) selaku terlapor, dipanggil untuk diperiksa dan dimintai keterangan,”ujarnya. (Presmedia)

Comments
Loading...