Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Terbukti Bersalah Terdakwa M Apriandi Divonis Hukuman Percobaan 10 bulan

Politik uang
Sidang kasus pemilu politik uang, caleg Gerindra M.Apriandi

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang- Terdakwa kasus pemilu politik uang, caleg Gerindra M.Apriandi divonis pidana penjara selama 5 bulan penjara dengan ketentuan tidak perlu dijalani dan 10 bulan hukuman percobaan.

Putusan dijatuhkan majelis hakim PN Tanjungpinang, Asep Sofiyan Sauri, sebagai ketua Majelis dengan anggota Santonius Tambunan, dan Edward P Sihaloho, di PN Tanjungpinang, Senin (24/6/2019).

Dalam putusanya, Majelis hakim mengatakan, sesuai dengan fakta yang terungkap dipersidangan, Terdakwa M Apriandi selaku calon legislatif DPRD kota Tanjungpinang dari partai Gerindara, terbukti bersalah melakukan tindak pidana pemilu, dengan sengaja menjanjikan atau memberikan uang atau materi lainnya sebagai imbalan kepada peserta kampanye secara langsung ataupun tidak langsung.

kasus pemilu politik uang, caleg Gerindra M.Apriandi
Sidang kasus pemilu politik uang, caleg Gerindra M.Apriandi

Perbuatan terdakwa yang menyuruh melakukan dan turut serta melakukan pelanggaran pemilu politik uang itu, sesuai dengan dakwaan tunggal Jaksa penjntut ukum melanggar pasal 523 ayat 2 Jo Pasal 278 Ayat 2 huruf d Undang-undang RI Nomor 17 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum Jo Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHPidana.

Lebih lanjut dalam putusanya, majelis hakim mrnyatakan, terdakwa M Apriandi terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah, melakukan tindak pidana sebagai pelaksana kampanye, dengan sengaja memberikan imbalan kepada peserta pemilu, secara tidak langsung yang dilakukan secara bersama-sama sebagai mana dakwaan tunggal Jaksa Penuntut Umum.

“Menjatuhkan kepada terdakwa, pidana penjara selama 5 bulan, dengan ketentuan, pidana tersebut tidak perlu dijalani oleh terdakwa. Kecuali, sebelum habis masa percobaan selama 10 bulan, terdakwa melakukan tindak pidana sebagai mana putusan hakim yang berkekuatan hukum tetap,”ujar Asep Sofiyan Sauri.

Selain hukuman pokok percobaan, Apriandi juga dihukum membayar denda Rp.24 juta dan jika tidak dibayar diganti dengan hukuman 1 bulan penjara.

Hukuman ini, lebih berat dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum, yang sebelumnya menuntut terdakwa dengan hukuman 3 bulan penjara dan denda.

Atas putusan itu, terdakwa Apriandi dan Kuasa hukumnya, Sabri Hamdi SH, menyatakan pikir-pikir, demikian juga jaksa prnunutut Umum Zaldi Akri SH, juga menyatakan pikir-pikir.

Usai menjalani sidang, M Apriandi yang berusaha dikonfirmasi, enggan memberi tanggapan, dan menyerahkan putusan majelis hakim tersebut, untuk menanyakan ke Kuasa Hukumnya.

Selain diamankan dengan ketat oleh Polisi, sidang putusan pidana pemilu anak wali kota Tanjungpinang ini, juga menyita perhatian warga. Hal itu terlihat dengan banyaknya warga dan simpatisan M Apriandi yang masuk dan menonton persidangan.(Presmedia)

Comments
Loading...