Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Ini Fakta dan Pertimbangan Hakim Vonis M Apriandi Percobaan

Sidang Politik uang dengan terdakwa M Apriandi
Sidang Politik uang dengan terdakwa M Apriandi

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang- Majelis hakim PN Tanjungpinang menjatuhkan putusan pidana 5 bulan penjara tanpa dijalani dan pidana percobaan 10 bulan pada caleg partai Gerindra M Apriandi atas perbuatanya yang dinyatakan terbukti menyuruh melakukan dan turut serta melakukan pidana pemilu dengan sengaja menjanjikan atau memberikan uang atau materi lainnya sebagai imbalan kepada peserta kampanye.

Perbuatan terdakwa dikatakan Hakim, melanggar pasal 523 ayat 2 Jo Pasal 278 Ayat 2 huruf d Undang-undang RI Nomor 17 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum Jo Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHPidana sebagai mana dakwaan tunggal jaksa penuntut umum.

Sebelum menjatuhkan putusan, di PN Tanjungpinang, Senin (24/6/2019), Majelis hakim yang diketuai Asep Sofiyan Sauri dan hakim anggota Santonius Tambunan dan Edward P Sihaloho, dalam pertimbanganya, mengatakan, sesuai dengan fakta di persidangan, terdakwa, M Afriandi yang terdaftar sebagai caleg DPRD kota Tanjungpinang Pemilu 2019, awalnya membentuk tim pemenangan dengan tujuan agar dapat terpilih sebagai anggota DPRD Kota Tanjungpinang pada pemilu 2019 dari Dapil Tanjungpinang Timur.

Tim pemenangan sendiri diketuai oleh saksi M Rais dan saksi Alius, dengan tugas utama, merumuskan strategi pemenangan terdakwa, sebagai calon legislatif.

Dalam menunjang operasional dan honor pada kegiatan itu, Apriandi juga menyediakan dana Rp.300 juta lebih dalam mendukung setiap kegiatan tim pemenanganya.

Selanjutnya, pada 9 April 2019 saksi Yusrizal sebagai salah satu koordinator tim pemenangan terdakwa dan saksi Agustinus marpaung bersama tim koordinator lainya, mendatangi kantor sekretariat Gerindra, untuk mengikuti Bintek, yang bertujuan memberi pemahaman pada masing-masing koordinator, serta mengetahui secara jelas hasil perhitungan suara terdakwa disetiap TPS yang ada Dapil Tanjungpinang timur dengan cara memotret dan mendokumentasikan.

Setelah selesai Bintek itu, pada hari berikutnya, sejumlah koordinator tim pemenangan terdakwa itu, kembali bertemu dengan M.Rais dan terdakwa di kantor Gerindra. Pada pertemuan itu, M Rais menyerahkan satu plastik besar warna hitam amplop yang didalamnya berisi uang Rp.100-200 ribu rupiah sebagai honor dan dana transportasi masing-masing saksi, serta dana honor dan transport masing-masing koordinator antara Rp.1-1,5 juta rupiah.

Selanjutnya, dana yang diperoleh masing-masigh koordinator tersebut, pada 11 April 2019 dibagikan Yusrizal, Agustinus Marpaung dan Veni Azwar sebagai kordinator tim, kepada sejumlah warga, yang ditetapkan sebagai anggota tim saksi bayangan pemenangan terdakwa, sejumlah warga yang memperoleh sana tersebut adalah, Dewi Wa Arni serta masyarakat lainya yang juga tercatat sebagai warga perumahan Bukit Raya dan terdaftar sebagai peserta Pemilu 2019 di TPS perumahan itu.

Atas sejumlah fakta tersebut, Majelis hakim berkesimpulan, tim pemenangan yang dibentuk oleh terdakwa, dilakukan secara terorganisir dan direncanakan dengan baik, dengan tujuan agar terdakwa terpilih sebagai calon anggota DPRD kota Tanjungpinang pada Pemilu 2019 dari daerah pemilihan Tanjungpinang Timur.

Sementara mengenai nota pembelaan terdakwa dan kuasa hukumnya, yang menyatakan terdakwa tidak melakukan perbutan materil, yang secara langsung menjanjikan uang atau memberi uang pada sejumlah saksi dan tim koordinatornya, seperti saksi Yusrizal, saksi Veni Azwar, saksi Dei, dan saksi lainya, di bantah dan dianulir oleh majelis hakim.

“Karena dari fakta yang terungkap, bahwa memang uang dari terdakwa tidak diberikan secara langsng, Tetapi diberikan melalui M.Rais sebagai ketua tim pemenangan, yang kemudian diberikan M.Rais kepada saksi Yusrzal, Agustinus Marpaung, Veni Azwar selanjutnya kepada Deni dan saksi lainya. dan Pendistribusian tersebut, juga diketahui oleh terdakwa yang disebut sebagai dana honor dan transportasi masing-masing saksi sebagai mana disebut saksi bayangan,”ujar Majelis Hakim.

Dari fakta tersebut, lanjut Majelis hakim, uang yang beredar, terbukti bersumber dari terdakwa M.Apriandi sebagai Caleg partai Gerindra, hingga unsur melawan hukum memberikan sejumlah uang dalam pasal dakwaan JPU dinyatakan hakim telah terpenuhi.

Terkait dengan keterangan terdakwa M.Apriandi yang menyatakan pembentukan saksi bayangan, dilakukan karena terbatasanya saksi partai, dipertimbangkan Majelis hakim, dengan mengutip pasal 31 ayat 4 Peraturan KPU nomor 3 tahun 2019 tentang ketentuaan yang dapat ditetapkan mejadi saksi pada pemilu 2019, yang wajib mendapatkan mandat dan surat penetapan serta surat tugas sebagai saksi dari Partai politik peserta pemilu.

“Saksi bayangan tidak dikenal pada UU Pemilu dan tidak memiliki legalitas hukum,”ujar Hakim.

Sementara, sejumlah saksi yang menjadi tim pemenangan terdakwa tidak mendapat surat mandat dari Partai politik, serta merupakan warga diperumahan Buktit Raya san terdaftar dalam DPT sebagai pemilih di sejumlah TPS Dapil Tanjungpinang timur pada pemilu 2019.

Hakim juga menyebut, jumlah saksi bayangan yang direkrut terdakwa M.Apriandi sebagai Caleg Gerinda, juga melewati batas kewajaran, sebagai mana yang ditentukan UU Pemilu,

Sementara mengenai 5 saksi adhecart yang dihadirkan Terdakwa,l di persisanfab untuk meringankanya, majelis Hakim mengatajan bahwa, sejumlah saksi tersebut, tidak relepan dalam memberikan keterangan, karena saksi Sri Nengsi, Sri Amalia, dan saksi lain yang dihadirka, bukan warga yang berada di daerah pemilihan TPS 067 tetapi merupakan warga perumahan Gang Permai, sedangkan TPS 067 berada di Perumhan Bukit Raya.

Twrkait kesaksiaan M.Rais dan saksi Arius, Majelis Hakim mrngatakan, semakin memperjelas peran terdakwa M.Apriandi dalam pristiwa tindak pidana yang didakwakan jaksa, khsusunya, mengenai asal usul sumber dana yang digunakan terdakwa, untuk membiayai setiap kegiatanya yang terbukti bersumber dari terdakwa.

Sedangkan kesaksian ahli yang dihadirkan terdakwa, yang menyatajan pemberian honor merupakan sesuatu hal yang lumeah, hakim PN Tanjungllpinang menyatakan, tidak dipertimbangkan karena sesuai dengan aturannya, majelis tidak terikat dengan kesaksian ahli tersebut.

“Dalam perkara ini, Majelis Hakim berpendapat, suatu imbalan honor tidak harus diberikan diawal, tetapi juga boleh di akhir setelah kegiatan,”ujarnya.

Selanjutnya, Majelis hakim juga mengatakan, tindak pidana yang didakwakan pada terdakwa, sebagai UU pemilu memiliki tahapan waktu atau masa kampanye pemilu. Dan dari fakta persidangan, pemberian uang dan pembentukan tim pemenangan yang dilakukan Terdakwa, terjadi pada kurun waktu 9 April 2019 hingga sebelum pemilihan, yang diawali dengan pembentukan tim yang di ketuai M.Rais, serta penyediaan dana Rp.300 juta lebih, hingga disimpulkan, perbuatan yang dilakukan terdaka memiliki kesengajaan sebagi mana dakwaan JPU.

Dan atas fakta yang terungkap tersebut, dikaitkan dengan pasal sangkaan JPU yang mendakwa terdaka M.Apriandi dengan dakwaan tunggal melanggar pasal 523 ayat 2 Jo Pasal 278 Ayat 2 huruf d Undang-undang RI Nomor 17 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum Jo Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHPidana, majelis Hakim menyatakan, Terdakwa M.Apriandi selaku calon legislatif DPRD kota Tanjungpinang dari partai Gerindara, terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pemilu, dengan sengaja menjanjikan atau memberikan uang atau materi lainnya sebagai imbalan kepada peserta kampanye secara langsung ataupun tidak langsung.

Atas perbuatanya, Hakim menjatuhkan kepada terdakwa, pidana penjara selama 5 bulan, dengan ketentuan, pidana tersebut tidak perlu dijalani oleh terdakwa. Kecuali, sebelum habis masa percobaan selama 10 bulan, terdakwa melakukan tindak pidana sebagai mana putusan hakim yang berkekuatan hukum tetap,”ujar Asep Sofiyan Sauri.

Selain hukuman pokok percobaan, Apriandi juga dihukum membayar denda Rp.24 juta dan jika tidak dibayar diganti dengan hukuman 1 bulan penjara.

Atas putusan itu, terdakwa Apriandi dan Kuasa hukumnya, Sabri Hamdi SH, menyatakan pikir-pikir, demikian juga jaksa prnunutut Umum Zaldi Akri SH, juga menyatakan pikir-pikir.(Presmedia)

Comments
Loading...