BMKG Peringatkan Warga Waspada Banjir Rob Melanda Wilayah Pesisir Tanjungpinang

Salah satu kondisi jalan di Pelantar 2 terendam air banjir Rob. (Foto: Roland/Presmedia.id)
Salah satu kondisi jalan di Pelantar 2 terendam air banjir Rob. (Foto: Roland/Presmedia.id)

PRESMEDIA.ID– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir rob atau pasang air laut tinggi yang diperkirakan terjadi di wilayah pesisir Tanjungpinang dan Bintan.

Kepala Stasiun BMKG RHF Tanjungpinang, Ahmad Kosasi, menjelaskan bahwa banjir rob diprediksi akan berlangsung pada 4 hingga 13 Desember 2025 di Pulau Bintan. Untuk wilayah pesisir Kota Tanjungpinang, potensi banjir rob paling tinggi diperkirakan terjadi pada 9 sampai 11 Desember 2025.

Menurutnya, sejumlah wilayah yang kerap terdampak banjir rob antara lain Kecamatan Tanjungpinang Kota, Tanjungpinang Barat, dan Bukit Bestari.

Sementara itu, untuk wilayah pesisir Kabupaten Bintan, potensi banjir rob diperkirakan terjadi pada 5 hingga 8 Desember 2025, khususnya di daerah Bintan Utara Pesisir dan Teluk Sebong.

“Berdasarkan pantauan, ketinggian air laut pada 6–8 Desember bisa mencapai 2,2 meter sekitar pukul 09.00–11.00 WIB,” ujar Ahmad Kosasi, Senin (1/12/2025).

Lebih lanjut, ketinggian air laut pada 4–8 Desember 2025 diperkirakan berada di kisaran 2,4–2,5 meter pada pukul 08.00–11.00 WIB. Kemudian pada 9–11 Desember 2025, ketinggian air diperkirakan mencapai 2,0–2,1 meter.

Ahmad berharap banjir rob tidak terjadi bersamaan dengan turunnya hujan lebat, karena kondisi tersebut dapat memperburuk dampak banjir.

“Jika hujan turun saat rob terjadi, air dari daratan akan sulit mengalir ke laut sehingga berpotensi memperparah banjir,” jelasnya.

Ia juga mengimbau warga pesisir untuk tetap waspada dan rutin memantau informasi terbaru dari BMKG.

“Banjir rob dapat mengganggu aktivitas masyarakat, terutama yang tinggal di kawasan pesisir. Namun masyarakat sudah cukup terbiasa beradaptasi. Yang penting, tetap waspada dan terus memantau perkembangan dari BMKG,” tutupnya.

Penulis :Roland
Editor   :Redaktur