Bupati Lingga Groundbreaking Proyek Sarana Pendukung Istana Damnah Daik Lingga

Bupati Lingga Muhammad Nizar melakukan peletakan batu pertama, proyek pembangunan Amenitas (Sarana Pendukung) kawasan pariwisata sejarah Melayu Istana Damnah di Daik Lingga, Senin, (6/5/2024). (Foto: Aulia/Presmedia.id)
Bupati Lingga Muhammad Nizar melakukan peletakan batu pertama, proyek pembangunan Amenitas (Sarana Pendukung) kawasan pariwisata sejarah Melayu Istana Damnah di Daik Lingga, Senin, (6/5/2024). (Foto: Aulia/Presmedia.id)

PRESMEDIA.ID, Lingga – Bupati Lingga Muhammad Nizar melakukan Groundbreaking atau peletakan batu pertama, proyek pembangunan Amenitas (Sarana Pendukung) kawasan pariwisata sejarah Melayu Istana Damnah di Daik Lingga, Senin, (6/5/2024).

Proyek Amenitas Sarana Pendukung Istana Damnah Daik Lingga ini, merupakan proyek Dana Alokasi Khusus (DAK) APBN ke dinas Pariwisata kabupaten Lingga 2024 lanjutan, untuk membangun gedung pusat Informasi Pariwisata (𝑇𝑜𝑢𝑟𝑖𝑠𝑚 𝐼𝑛𝑓𝑜𝑟𝑚𝑎𝑡𝑖𝑜𝑛 𝐶𝑒𝑛𝑡𝑒𝑟), Mushola, Gazebo, serta Pusat Kuliner yang akan dikerjakan secara bertahap.

Bupati Lingga M.Nizar mengatakan, pembangunan yang dilaksanakan tahun ini, merupakan tahap lanjutan dari proyek tahun 2023 lalu, setelah sebelumnya, Kawasan Damnah ditetapkan sebagai Lokasi Prioritas (Lokpri) yang bertajuk Kawasan Pariwisata Budaya Istana Damnah.

“Dengan penetapan Lokpri Kawasan Damnah ini, sejumlah OPD di Lingga dapat melakukan pembangunan dengan menggunakan dana DAK dari Pusat,” ujarnya.

Bupati juga berharap, dengan dibangunnya Amenitas atau fasilitas pendukung pariwisata di kawasan istana Damnah itu, akan dapat menunjang kegiatan dan aktivitas yang akan dilakukan di kawasan lokasi wisata Sejarah di Lingga itu.

“Dengan dimulainya pembangunan ini, kita semua berharap proses pembangunan terus berlanjut hingga penataan kawasan wisata sejarah di Lingga itu selesai dilakukan,” harapnya.

Pembangunan kawasan istana Damnah kerajaan Melayu Riau Lingga ini, lanjut M.Nizar, akan mendukung kawasan Pariwisata Terpadu tempat-tempat bersejarah di Lingga.

“Mudah-mudahan dengan peningkatan sarana dan prasarana kawasan ini, akan meningkatkan sarana Wisata di Lingga yang berdampak pada kunjungan wisata serta ekonomi masyarakat sekitar,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Lingga Zalmidri mengatakan Pengembangan kawasan wisata budaya terpadu yang saat ini dilaksanakan di Kabupaten Lingga sudah dirancang sejak tahun 2010 lalu.

“Alhamdulillah baru terealisasi di tahun 2023 ini, tentunya hal tersebut berkat kerja keras bersama Bupati dan Stake Holder dan koordinasi bersama Bappenas,” ujarnya.

Di tahun 2025 lanjutnya, juga diusulkan pembangunan beberapa fasilitas lain termasuk Landscape Penataan Jalan dan penambahan fasilitas dan sarana lainnya.

“Mudah-mudahan apa yang sudah kita usulkan di tahun ini dapat di ACC kembali untuk tahun 2025 dapat dilanjutkan,” harapnya.

Atas hal itu, Zalmidri juga memohon doa dari orang tua, tokoh masyarakat dan tokoh agama di Lingga, agar Pembangunan kawasan sejarah jaman dulu lingga itu dapat dilanjutkan.

Hadir pada kegiatan ini Kadis Pariwisata, Kadis PUTR, Danramil Daik Lingga, Kemenag Lingga, Ketua MUI, Camat Lingga, Lurah Daik, TP PKK kabupaten Lingga, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama serta undangan lainnya.

Penulis: Aulia
Editor  : Redaksi