Cegah Berita Hoax di Tahun Politik, Polda Kepri Ingatkan Warga Saring Informasi Sebelum Disebar

Kasubbid Multimedia Bidhumas Polda Kepri IPDA Ronald Simanjuntak saat memberi paparan atas bahaya Hoax, dalam seminar Kapasitas dan Kompetensi Pengurus PWI Kepri di Melawa Cafe, Bengkong, Batam, Kamis (14/12/2023).
Kasubbid Multimedia Bidhumas Polda Kepri IPDA Ronald Simanjuntak saat memberi paparan atas bahaya Hoax, dalam seminar Kapasitas dan Kompetensi Pengurus PWI Kepri di Melawa Cafe, Bengkong, Batam, Kamis (14/12/2023).

PRESMEDIA.ID, Batam – Perkembangan informasi yang semakin pesat, selain membawa dampak positif juga membawa dampak negatif yang salah satunya memunculkan informasi palsu atau lebih dikenal dengan istilah “hoax”.

Hoax, merupakan informasi tidak benar yang dibuat sedemikian rupa sehingga seolah-olah benar adanya. Sayangnya saat ini hoax sudah menjadi hal yang biasa.

Kasubbid Multimedia Bidhumas Polda Kepri IPDA Ronald Simanjuntak mengatakan, di media sosial banyak sekali berita simpang siur yang bertebaran sehingga menimbulkan beragam opini masyarakat.

Penyebaran berita hoax juga mampu membawa kerancuan informasi dan kehebohan publik akan suatu informasi.

Oleh karena itu, katanya Ronald, Kepolisian RI meminta, agar masyarakat bijak dan berhati-hati serta waspada menggunakan media sosial, khususnya, terhadap informasi menjelang pelaksanaan Pemilu 2024.

“Sebelum menyebarkan informasi yang diperoleh, lebih baik dicerna dan difilter terlebih dahulu,” ujarnya saat memberikan pemaparan dalam Peningkatan Kapasitas dan Kompetensi Pengurus PWI Kepri yang mengusung tema “PWI Mengawal Demokrasi, Menangkal Hoax Membangun Kepri” di Melawai Cafe, Bengkong, Batam, Kamis (14/12/2023) pagi.

Ronald juga mengatakan, kewaspadaan warga terhadap setiap informasi juga perlu dilakukan, mengingat, Indonesia khususnya Provinsi Kepri tengah berada di tahun Politik dan akan banyak bermunculan berita hoax di media sosial.

“Hal inilah yang menjadi tantangan kami dalam meredam berita hoax. Peran jurnalis melalui media, sangat penting dalam menjaga kondusifitas dan keseimbangan informasi melalui pemberitaan yang akurat dan terkonfirmasi kebenarannya,” tegasnya.

Ia juga mengatakan, penyebaran berita bohong lebih mudah dicegah apabila masyarakat turut bijak dalam mempergunakan medsos. Caranya, dengan menyaring setiap informasi yang diperoleh sebelum meneruskan atau membagikannya.

“Oleh karena itu, kami himbau, agar masyarakat bisa menyaring setiap informasi yang didapatkan di media sosial sebelum meneruskan atau membagikan. Sebab, berita hoax itu dibuat oleh orang pintar dan disebarluaskan oleh orang (maaf) kurang pintar,” katanya.

Pada momen tersebut, pihaknya juga menjabarkan ciri-ciri berita hoax, yang diantaranya, bertujuan untuk menciptakan kecemasan, memunculkan kebencian dan permusuhan. Menyerang sepihak tau tidak netral, memanfaatkan fanatisme, suara rakyat, maupun agama untuk menyebarkan berita hoax.

Selanjutnya, sumber beritanya tidak jelas, sehingga tidak ada yang bisa dimintai klarifikasi.

“Untuk itu, proses menyaring setiap informasi kiranya menjadi kunci untuk menangkal hoax,” tegasnya.

Penulis: Hamid
Editor  : Redaksi

Sanggahan, koreksi, atau Hak Jawab sesuai UU Pers No. 40/1999 melalui email Redaksi presmedia.id: redaksi.presmed@gmail.com