
PRESMEDIA.ID,Bintan- Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mengurangi kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi Kabupaten Bintan dari 29.000 Kiloliter (KL) pada 2019 menjadi 26.000 KL pada tahun 2020.
Pengurangan ini, dilakukan BPH-Mingga diduga atas temuan adanya penyalahgunaan BBM Solar dan Premiun bersubsidi di Bintan. Hal itu ditandai dengan telah habisnya penggunaan kuota BBM subsidi kabupaten Bintan per 25 Januari 2020 lalu. Saat ini BBM subsidi di Bintan itu kemabli mengalami kelebihan pemakiaan per bulan dari kuota yang ditetapkan.
Sales Branch Manager Pertamina Kepri Fajar mengatakan, kuota BBM subsidi untuk Bintan pada 2020 ini mengalami pengurangan sebanyak 3.000 KL dibandingan 2019 lalu. BBM subsidi itu akan didistribusikan sesuai dengan mekanisme dan kuota yang ada.
“Saat ini, dua jenis BBM subsidi Premium dan Solar itu, saja untuk kebutuhan Januari 2020 penggunaanya sudah melebihi kuota Bintan, anatara 22 persen untuk BBM solar subsidi dan 16 persen untuk Premium subsidi dari kuota yang ada,”katanya belum lama ini.
Akibat penggunaan berlebihan dari kuota itu kata Fajar, pihak Pertamina terpaksa mengambil jatah kuota BBM wilayah lain yang subsidinya belum terpakai 100 persen, seperti kabupaten Anambas yang penggunaannya tidak banyak, lalu dialihkan kesini untuk menutup kelebihan subsidi tadi.
“SPBU yang paling banyak disuplai BBM subsidi ini adalah SPBU Tanjunguban dan SPBU Batu 16 Toapaya,”jelasnya.
Sementara itu Wakil Ketua Organda Bintan Syamsuddin mengatakan, pihaknya telah meminta penambahan kuota BBM subsidi di SPBU Tanjunguban. Karena selama ini kuota BBM di SPBU tersebut hanya dijatah 8 ton perhari dan hanya mampu memenuhi kebutuhan BBM 130-an kendaraan saja.
Sementara, lanjut dia, 8 ton BBM yang ada di SPBU Tanjunguban itu bukan hanya digunakan bagi masyarakat di Bintan Utara saja, tetapi, juga Kecamatan Teluk Sebong dan Seri Kuala Lobam.
“Akibanyta dengan kuota 8 ton solar perhari sangat tidak mencukupi,”ujar Syamsuddin.
Usulan penambahan ini, kata Syamsudin juga sangat beralasan, mengingat BBM yang tersedia di SPBU Tanjung Uban itu, juga digunakan sejumlah kendaraan perusahaan, masyarakat bahkan kendaraan dari luar daerah yang sering mengisi solar di SPBU Tanjung Uban itu.
�Tanjunguban ini menjadi wilayah transit, maka sudah semestinya pasokan BBM subsidinya banyak. Namun kenyataannya kuota yang didapat SPBU di KM 16 Toapaya lebih banyak dibandingkan di SPBU Tanjunguban,”ucapnya.
Penulis:Hasura












