
PRESMEDIA.ID – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bintan, berhasil membangun 64 Akses Internet (AI) di sejumlah pulau perbatasan di kabupaten Bintan.
Dengan program peningkatan akses internet ini, sejumlah sekolah, puskesmas dan pos pelayanan terpadu (Posyandu) dan puskesmas pembantu (Pustu) dan poliklinik desa (Polindes) saat ini memiliki akses internet.
Bupati Bintan Roby Kurniawan mengatakan, penyediaan akses internet hingga ke pulau terluar di kabupaten Bintan itu, merupakan program pemerintah kabupaten Bintan melalui Diskominfo, dalam peningkatan sarana telekomunikasi di sejumlah pulau di Bintan.
Melalui program ini, Diskominfo Bintan mengusulkan penyediaan AI tersebut ke Kementerian Komunikasi dan Digitalisasi (Komdigi) RI, yang dulunya dikenal sebagai Kementerian Kominfo.
“Penyediaan AI sebanyak 64 ini berangkat dari usulan yang ditujukan ke Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informatika (BAKTI) Komdigi RI,” ujarnya.
BAKTI AKSI ini merupakan program penyediaan layanan internet menggunakan teknologi fiber optic, radio link, dan VSAT, bertujuan memberi peluang besar yang dimanfaatkan masyarakat dan pemerintah daerah.
“Kini, AI telah dipasang di sekolah-sekolah, puskesmas, pustu, posyandu, dan polindes. Lokasinya dominan di pulau-pulau dan juga di perbatasan,” ujarnya.
Dengan hadirnya AI di sekolah-sekolah dan pusat layanan kesehatan di pulau-pulau ini, diharapkan akan memberikan manfaat besar baik dalam segi menunjang proses pembelajaran murid SD, SMP, SMA dan seterusnya maupun dalam peningkatan layanan masyarakat.
Bupati Roby juga menyebutkan akan terus menjalin sinergi dengan Komdigi RI dalam mewujudkan percepatan pemerataan akses internet di seluruh wilayah Kabupaten Bintan.
Beberapa sekolah merasa sangat terbantu dengan adanya akses internet ini, khususnya dalam menunjang pembelajaran di era digital. Selain itu, polindes di pulau-pulau juga memanfaatkan internet untuk menginput administrasi pelayanan kesehatan masyarakat.
Diketahui bahwa hingga saat ini, sekitar 4.078 lokasi BAKTI AKSI menggunakan layanan Satelit Republik Indonesia 1 (SATRIA-1). Ditargetkan hingga akhir 2024, sebanyak 20 ribu lokasi dapat dilayani SATRIA-1.
Penulis: Hasura
Editor : Redaksi