
PRESMEDIA.ID– Harga berbagai komoditas sembako, sayur dan cabai di sejumlah pasar di Tanjungpinang mengalami lonjakan tajam hingga 50–100 persen. Kenaikan ini dipicu bencana alam yang terjadi di sejumlah daerah sentra produksi di Sumatera Barat, Medan, dan Aceh.
Berdasarkan pantauan di Pasar Bintan Center, tidak hanya sembako yang naik, tetapi juga komoditas penting lainnya seperti cabai, bawang, wortel, dan beragam sayur mayur.
Harga Cabai Paling Tinggi
Cabai Merah yang sebeleumnya Rp70 ribu/kg naik menjadi Rp98 ribu/kg
Cabai Hijau dari sebeleumnya Rp48 ribu/kg naik menjadi Rp94 ribu/kg (naik ±60%)
Cabai Rawit (Jenis Nano) dari sebelumnya Rp60 ribu/kg naik menjadi Rp108 ribu/kg
Wortel ari sebeleumnya Rp14 ribu/kg naik Rp40 ribu/kg
Kenaikan juga terjadi pada berbagai jenis sayur mayur dan bawang merah yang harganya ikut terdongkrak.
Pedagang: Pasokan Terhambat akibat Bencana dan Cuaca Ekstrem
Robby, salah satu pedagang di Pasar Bintan Center, menyebutkan bahwa lonjakan harga ini terjadi karena pasokan dari Sumatera terhambat.
Distribusi bahan makanan tersendat akibat jalan dan jalur transportasi terdampak bencana alam.
“Yang paling terasa kenaikannya itu cabai rawit. Biasanya di angka Rp50 ribuan, sekarang melonjak tinggi. Selain cuaca ekstrem, bencana di Sumatera membuat barang sulit dikirim,” ujar Robby.
Pedagang lain di pasar swasta Bintan Center juga mengaku khawatir jika pengiriman tidak segera normal, harga bisa kembali naik.
“Pasokan dari Sumatera tersendat. Kalau barang tidak cepat masuk, harga bisa terus naik,” ungkapnya.
Warga Keluhkan Dampak pada Usaha Makanan
Sariati, warga dan pelaku usaha katering, mengaku terbebani dengan kenaikan harga cabai dan bahan pokok lainnya.
Ia mengatakan harus menyesuaikan pembelian bahan baku dan mempertimbangkan kenaikan harga jual makanan.
“Setiap hari kami beli bahan untuk jualan. Sekarang semua naik, bingung juga apakah harus menaikkan harga atau mengurangi porsi,” keluh Sari.
Penulis:Roland
Editor :Redaktur