
PRESMEDIA.ID- Kecelakaan kerja tragis yang menimpa karyawan PT.Shandong Geologi Eksplorasi di perairan Pulau Poto, Desa Kelong, Kabupaten Bintan, mengakibatkan dua karyawan meninggal dunia.
Korban pertama adalah Reza (27), ditemukan meninggal tak lama setelah kejadian.
Sementara korban kedua, Rian Irawan (25), baru berhasil ditemukan setelah dilakukan pencarian intensif selama empat hari oleh Tim SAR Gabungan.
Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban maupun rekan kerja.
Kronologis Kecelakaan Kerja di Perairan Pulau Poto
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) atau Basarnas Tanjungpinang, Fazzli, mengatakan, kecelakaan kerja ini terjadi pada Senin (19/1/2026) sekitar pukul 14.10 WIB.
Kejadian bermula, saat lima pekerja PT.Shandong Geologi Eksplorasi membersihkan badan di sisi ponton pengeboran usai menyelesaikan aktivitas kerja di laut.
Namun secara tiba-tiba, arus laut yang sangat kuat, menerjang area ponton dan menyeret kelima pekerja ke laut.
Dalam insiden ini, tiga pekerja berhasil menyelamatkan diri dengan berenang menuju tempat aman.
Sementara dua pekerja lainnya, yakni Reza dan Rian Irawan, dinyatakan tenggelam dan hilang karena terbawa arus laut.
“Dua pekerja yang hilang dan terbawa arus saat itu adalah Reza (27) dan Rian Irawan (25),” ujar Fazzli.
Tak lama setelah kejadian, jasad Reza berhasil ditemukan, namun korban sudah dalam kondisi meninggal dunia.
Sementara korban kedua Rian Irawan, ditemukan setelah Tim SAR Gabungan melakukan pencarian selama empat hari secara intensif.
Dalam operasi ini, Tim SAR mengerahkan berbagai sarana, di antaranya, 1 unit Rigid Buoyancy Boat (RBB), 1 unit speed boat Polairud Bintan, 1 unit boat perusahaan, 2 unit pompong nelayan dan 1 unit rescue car tipe II.
Pada hari keempat pencarian, area pencarian diperluas hingga ±7 nautical mile (NM) dari lokasi kejadian.
“Tim SAR Gabungan juga kami bagi menjadi dua tim dan memperluas area pencarian. Akhirnya, jasad korban ditemukan pada Kamis (22/1/2026) pagi,” jelas Fazzli.
Dalam pencarian ini, Rian Irawan merupakan korban terakhir yang dicari dalam insiden kecelakaan kerja akibat terseret arus laut di sekitar ponton pengeboran tersebut.
Setelah ditemukan, korban langsung dievakuasi ke darat dan diserahkan kepada pihak keluarga.
“Setelah proses evakuasi selesai, operasi pencarian resmi kami tutup. Seluruh unsur SAR yang terlibat kembali ke pangkalan masing-masing,” tutup Fazzli.
Penulis:Hasura
Editor :Redaksi