Kasus Kekerasan Anak di Bintan Terus Meningkat, Dalam 10 Bulan 34 Kasus Terjadi

Kepala DP3AP2KB Bintan Aupa Samake. (Foto: Hasura/Presmedia.id)
Kepala DP3AP2KB Bintan Aupa Samake. (Foto: Hasura/Presmedia.id)

PRESMEDIA.ID, Bintan – Kasus Kekerasan terhadap anak di Kabupaten Bintan terus mengalami peningkatan. Dalam 10 bulan Januari-Oktober 2023, kejadian tersebut sudah mencapai 34 kasus korban dan pelaku anak dibawah umur 18 tahun

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Bintan, Aupa Samake, juga mengakui, kasus kekerasan terhadap anak di Bintan itu mengalami kenaikan.

Aupa mengatakan, dari data pendampingan yang dilakukan DP3AP2KB kasus kekerasan terhadap anak yang ditangani sepanjang 2023 sebanyak 34 kasus.

“Sekarang, baru 10 bulan saja sudah ada 34 kasus. Dipastikan kasus kekerasan terhadap anak terus naik hingga akhir tahun ini,” ujar Aupa di Jalan Nusantara Km 18, Kecamatan Bintan Timur, Kamis (19/10/2023).

Sebenarnya kasus kekerasan terhadap anak di Kabupaten Bintan bisa lebih banyak lagi. Baik itu kasus pencabulan dan lainnya. Namun hanya 34 kasus saja yang dilaporkan DP3AP2KB Bintan atau dilaporkan ke kepolisian.

Sementara masih ada kasus yang tidak dilaporkan oleh korban maupun pihak keluarganya. Mungkin dikarenakan adanya interpernsi atau ancaman.

“Penanganan kasus ini kan kalau ada laporan. Baik itu laporan ke dinas atau dari polisi. Kita di dalam kasus ini hanya memberikan pendampingan saja,” jelasnya.

Disinggung wilayah penyumbang terbesar kasus kekerasan anak. Aupa menjelaskan bahwa di 2022 lalu kasus kekerasan anak paling banyak terjadi di Kecamatan Bintan Timur. Karena kecamatan ini memiliki jumlah penduduk terbanyak di Kabupaten Bintan.

Namun untuk 2023, kata Mantan Kepala Diskominfo Bintan ini, Kecamatan Seri Kuala Lobam menjadi wilayah penyumbang kasus terbesar. Meskipun jumlah penduduknya tidak begitu banyak.

“Berkisar 10-15 persen dari 34 kasus terjadi di Kecamatan Seri Kuala Lobam,” katanya.

Dari 34 kasus yang didampingi oleh DP3AP2KB Bintan, sebanyak 25 kasus sudah diselesaikan di meja persidangan. Sedangkan 9 kasus lagi masih berproses menuju pengadilan.

“25 kasus sudah inkrach. Kalau 9 kasus lagi masih di proses dan sebentar lagi ke pengadilan,” ucapnya.

Penulis: Hasura
Editor  : Redaksi