Kebakaran SMAN 3 Diduga Akibat Korsleting Listrik Kerugian Capai Rp 1 M

Pemadam kebakaran saat beriusaha menyiramakan air kedalam bangunan untuk memadmkan Api yang membakar gedung Multi Media SMAN 3 Tanjungpinang
Pemadam kebakaran saat berusaha menyiramkan air kedalam bangunan untuk memadamkan Api yang membakar gedung Multi Media SMAN 3 Tanjungpinang.

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang- Polres Tanjungpinang mengatakan, dugaan sementara penyebab kebakaran ruangan gedung multimedia Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 3 Tanjungpinang akibat arus pendek atau korsleting listrik.

Kapolres Tanjungpinang AKBP.Muhammad Iqbal mengatakan, informasi kebakaran SMAN 3 Tanjungpinang itu pertama kali diketahui dari kepala sekolah yang memberitahukan ke Polres Tanjungpinang.

Atas informasi itu anggota Polres langsung turun ke lokasi bersama tim Pemadam Kebakaran.

“Kita terima informasi sekitar pukul 14.00 WIB, dan saat tiba dilokasi, api sudah menyebar ke ruas bangunan,”ungkap M.Iqbal saat ditemui di SMA N 3 Tanjungpinang, Senin(27/7/2020).

Iqbal menjelaskan, bahwa luas ruangan yang terbakar sekitar 8 kali 9 meter yang di dalamnya terdapat 40 unit komputer dan peralatan musik.

“Saat ini tim Satreskrim Polres Tanjungpinang masih melakukan penyelidikan, dugaan sementara penyebab kebakaran karena arus pendek atau korsleting listrik,”sebutnya.

Dalam kebakaran ini, lanjut Kapolres tidak ada korban jiwa, Namun kerugian material ditaksir mencapai Rp 1 Miliar.

Sementara itu, Kepala Sekolah (Kepsek) SMA Negeri 3 Tanjungpinang Asmiyati sebelumnya mengataka, informasi kebakaran gedung sekolahnya pertama kali diperoleh dari guru yang ada di Sekolah. Sedangkan dirinya saat kejadiaan sedang berada di luar.

“Saya saat itu diluar, dihubungi salah satu guru kalau sekolah terbakar,”ujar Asmiyati.

Asmiyati menjelaskan kebakaran itu terjadi sekitar jam 2 sore, ketika guru-guru yang mengajar lewat daring sudah pulang kerumah masing-masing.

Ruangan yang terbakar lanjut Dia, adalah ruangan Multimedia yang juga digunakan untuk ruangan BK dan band.

“Pas kejadian guru sudah pulang mengajar, ruangan kosong. Tapi Komputer itu setiap hari digunakan guru untuk belajar daring,”singkatnya.

Penulis:Roland