
PRESMEDIA.ID– Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mulai menghadapi krisis pangan. Sejumlah bahan kebutuhan pokok (bapok) seperti ayam dan minyak goreng mulai langka di Kabupaten Bintan dan Kota Tanjungpinang, menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Kondisi ini memicu kenaikan harga di pasaran dan menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat, terlebih saat kebutuhan konsumsi meningkat.
Di Kabupaten Bintan, kelangkaan mulai terasa pada komoditas ayam, minyak goreng, serta bahan pangan lainnya.
Hal serupa juga terjadi di Kota Tanjungpinang, dimana stok bapok mulai menipis akibat terganggunya pasokan dari wilayah Sumatera.
Gangguan distribusi ini dipicu bencana alam dan cuaca ekstrem yang melanda beberapa daerah pemasok di Sumatera, sehingga jalur distribusi tidak berjalan normal.
Selain faktor bencana alam, cuaca ekstrem berupa hujan lebat, angin kencang, dan gelombang laut tinggi di wilayah Kepulauan Riau turut memperparah kondisi.
Distribusi bahan kebutuhan pokok melalui jalur laut menuju Tanjungpinang dan Bintan menjadi terhambat, menyebabkan pasokan terlambat masuk ke pasar.
Pedagang Keluhkan Razia Bea Cukai
Sejumlah pedagang dan distributor sembako di Tanjungpinang, juga mengeluhkan razia dan penahanan barang oleh Bea dan Cukai dari Batam. Pengetatan ini dinilai berdampak langsung terhadap kelancaran distribusi, khususnya minyak goreng.
Ayam dan Minyak Goreng Mulai Langka di Bintan
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Bintan, Setia Kurniawan, membenarkan terjadinya kelangkaan ayam dan minyak goreng di Kabupaten Bintan.
Menurut pria yang akrab disapa Iwan ini, pasokan minyak goreng dari distributor mengalami penurunan drastis sehingga memicu kelangkaan di pasaran.
“Ayam, minyak goreng, maupun komoditas pangan lainnya saat ini mulai langka karena pasokan yang menurun,” ujar Iwan, Selasa (26/12/2025).
Iwan menjelaskan, ketersediaan ayam di Bintan saat ini sekitar 40 persen berasal dari perusahaan, sementara 50–60 persen lainnya dipasok oleh asosiasi peternak unggas lokal.
Namun, ayam yang tersedia di kandang saat ini masih berusia sekitar dua minggu, dengan berat 0,4–0,6 kilogram.
“Ayam ini paling cepat bisa dipanen sekitar 10 hari ke depan. Itu sebabnya stok ayam di pasaran saat ini menurun,” jelasnya.
Harga Ayam Melonjak Hingga Rp45 Ribu per Kilogram
Penurunan pasokan di tengah tingginya permintaan menyebabkan lonjakan harga ayam di tingkat konsumen.
Meski harga dari peternak relatif stabil di kisaran Rp20 ribu hingga Rp27 ribu per kilogram, harga di pasar bisa menembus Rp45 ribu per kilogram.
“Sebenarnya harga dari peternak tidak naik, tetapi pedagang terpaksa menaikkan harga karena pasokan terbatas,” kata Iwan.
Pasokan Minyak Goreng Tergantung dari Batam
Untuk minyak goreng, pasokan ke Kabupaten Bintan hingga kini masih bergantung dari Kota Batam.
Proses distribusi disebut terkendala secara teknis akibat pengetatan barang oleh Bea dan Cukai.
Iwan mengaku belum dapat memastikan sampai kapan kondisi kelangkaan minyak goreng dan bahan pokok lainnya akan berlangsung.
Pemerintah daerah berharap hasil koordinasi pimpinan daerah dapat segera menemukan solusi agar krisis pangan tidak semakin memberatkan masyarakat menjelang Nataru.
“Kami berharap sebelum Natal dan Tahun Baru seluruh komoditas pangan sudah masuk. Kami juga akan menggelar operasi pasar setiap 2–3 hari sekali,” ujarnya.
Selain itu, DKUPP memastikan pengawasan akan terus dilakukan. Jika ditemukan pedagang yang menimbun barang untuk mengambil keuntungan, maka akan ditindak tegas sesuai undang-undang.
Ansar Minta Pejabat Perhatikan Ketersediaan Bapok Jelang Natura
Sebeleumnya, gubernur Kepri, Ansar Ahmad juga telah menginstruksikan, agar seluruh pejabatnya dan kepala daerah di Kepri, memperhatikan kebutuhan sembako di wilayah provinsi Kepri.
Ia mengayakan, kelangkaan stock yang mengalami sedikit kendala, disebabkan stok dari beberapa provinsi pemasok terganggu karena bencana banjir dan tanah longsor.
“Ini harus kita antisipasi bersama, termasuk TPID provinsi dan kabupaten/kota dalam mengawasi kebutuhan pokok di lapangan,” kata Ansar dalam Rakor dengan Forkompinda di Kepri.
Penulis:Hasura/Presmedia
Editor :Redaksi