Laporkan Kondisi Listrik Batam, DPRD Kepri Minta Bright PLN Tinjau Rencana Kenaikan Tarif

Direktur Operasional PT.Bright PLN Batam Aqaludin Hafid, usai melakukan pertemuan dengan Komisi III DPRD Kepri.
Direktur Operasional PT.Bright PLN Batam Awaludin Hafid, usai melakukan pertemuan dengan Komisi III DPRD Kepri.

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang-Anak usaha PLN (Persero), PT Bright PLN Batam mengatakan, dengan selesainya perbaikan dua pembangkit Tanjung Ucang dan Penara Batam, saat ini memiliki cadangan 60-100 Mega Watt (MW) listrik di Batam dalam mendukung Investasi dan pembangunan di Batam dan Bintan.

Hal itu dikatakan Direktur Operasi PT.Bright PLN Batam Awaludin Hafid, dalam lapornya mengenai kondisi terkini kelistrikan Batam kepada Komisi III DPRD Kepri, Kamis,(21/11/2019).

Memang sebelumnya, kata Awaludin, pada Juli hingga September 2019 lalu, kondisi listrik Batam sempat byar pet, yang disebabkan terjadi gangguan pada pembangkit Bright PLN Batam di Tanjung Ucang dan Penara.

“Namun pada awal Oktober 2019 kemarin, Maintainen dan perbaikan sudah dapat kami selesai dan saat ini mesin pembangkit seluruhnya sudah normal,”ujarnya.

Dengan perbaikan pembangkit itu, lanjut Awaludin, saat ini, cadangan listrik Batam mencapai 60 MW di Batam, dengan pemeliharaan secara berkala.

“Harapan kami, hingga pada akhir Desember 2019, PT.Birght PLN Batam akan dapat memiliki cadangan listrik hingga 100 MW dalam mendukung investasi dan pembangunan,”ujarnya.

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi III DPRD Kepri Widiastadi Nugroho mengatakan, penyampaian laporan terkini kondisi kelistrikan oleh PT.Bright PLN Batam itu, merupakan tindak lanjut Sidak yang sebelumnya dilakukan DPRD Kepri ke Pembangkit Bright PLN Batam atas padam dan byer pet nya listrik di Batam.

“Dari sidak dan pemanggilan Bright PLN Batam kemarin, Komisi III DPRD, meminta solusi perbaikan dengan memantau pelaksanaan progres, dan saat ini baru mereka (Bright PLN Batam-red) laporkan, kalau kondisi pembangkitnya sudah siap dan normal,”ujarnya usai menerima perwakilan Bright PLN Batam itu.

Disinggung mengenai rencana penyesuaian tarif yang sebelumnya sudah ditandatangani Gubernur nonaktif Nurdin Basirun, Widiastadi menegaskan, hingga saat ini DPRD Kepri belum merekomendasi, sebelum PT.Bright PLN Batam membuat skema penyesuaian tarif, dan mensosialisasikan kepada pengusaha.

“Memang penyesuaian kenaikan tarif yang diajukan Bright PLN Batam ini, khusus pada kalangan bisnis dan industri, Namun hal itu juga sangat memberatkan, hingga kita dari DPRD meminta agar skema penyesuaian kenaikan tarifnya dibuat dan disosialisasikan terlebih dahulu,”ujarnya.

Penulis:Redaksi