
PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang- Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Kepulauan Riau mengecam tindakan Ketua DPD I Golkar Kepri Maaruf Maulana yang dinilai melecehkan prosesi Adat Melayu Tepuk Tepung Tawar di Bandara Hang Nadim Batam.
Ketua LAM Provinsi Kepri, Abdul Razak mengatakan, tindakan Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Kepri Maarfuf Maulana melalui Video yang berdar luas dimasyarakat itu, dinilai sangat tidak elok dan merendahkan adat istiadat Melayu dalam prosesi Tepuk Tepung Tawar.
“Sangat tidak elok, jika prosesi itu dipermainkan. Videonya itu memang sudah banyak beredar, Dan semalam, hal itu juga jadi bahan pembicaraan dan kami rapatkan. Intinya, LAM akan segera mengambil sikap. Dan hal itu akan kita sikapi, karena telah menghina adat Melayu,”katanya,Jumat (6/3/2020).
Sebagai mana diketahui, rekaman video yang tersebar di media sosial, tampak Maaruf Maulana seolah memain-mainkan prosesi adat sakral Tepuk Tepung Tawar, yang merupakan proses adat sakral Melayu dalam penyambutan tamu.
Dalam Video berdurasi sekitar 1.25 menit yang beredar, Maaruf Maulana terlihat disambut kader Golkar Batam dengan proses adat Melayu Tepuk Tepung Tawar, saat tiba dari Natuna di Bandara Hangnadim Batam, Selasa (3/3/2020).
Maaruf Maulana yang saat itu mengenakan baju putih, awalnya disambut dengan iringan-iringan kompang dan dikalungi bunga. Selanjutnya dua orang wanita yang mengenakan baju Golkar, melakukan prosesi Tepuk Tepung Tawar dengan memercikan Air kapur Tepung Tepung Tawar ke Dahi dan Bahu kanan dan kiri Maaruf Maulana.
Namun ketika wanita itu tengah menaburkan beras kunyit, yang masih merupakan rangkaian prosesi sakral Tepuk Tepung Tawar, Maaruf malah mengambil daun Pandan yang digunakan wanita memercikan air dan kapur itu kepadanya. Selanjutnya, Maaruf kembali memercikan air kapur pada wanita itu, ke sejumlah orang dan rekan-rekanya sembari tertawa lepas.
Bahkan, tindakan tersebut dilakukannya beberapa kali� kepada sejumlah rekanya yang menjemput, tanpa sadar kalau yang dilakukanya itu merupakan pelecehan kesakralan proses kebudayaan Melayu.
Atas kejadian itu, Abdul Razak juga menambahkan, hingga kini pihaknya masih menunggu itikad baik dari yang bersangkutan (Maaruf Maulana-red) dalam menyampaikan permintaan maaf secara terbuka atas tindakannya.
“Jika tidak ada etikat baik dari yang bersangkutan meminta Maaf, Maka LAM akan menyatakan sikap terhadap Ketua Golkar Maaruf Maulana itu,”tagasnya.
Penulis:Ismail