
PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang- Akibat pencemaran limbah minyak hitam (sludge oil) yang mencemari pantai kawasan wisata Lagoi Bintan, mengakibatkan pengusaha parewisata Lagoi menjerit dan mengaku mengalami kerugian Rp.2,3 milliar.
Selain mengakibatkan bau dan mencemari pantai, limbah minyak hitam kiriman itu juga mempengaruhi kunjungan wisatawan ke Kawasan Wisata Lagoi Bintan yang menjadi sepi dan menimbulkan kerugian materil.
General Manager PT.Bintan Resort Cakrawala (BRC), Abdul Wahab mengatakan, kerugian para pengusaha resort di kawasan wisata Lagoi setiap kali musim limbah minyak yang mencemari pantai mencapai Rp 2,3 miliar.
Kerugian tersebut, akibat dari berkurangnya kunjungan wisata, serta pengganti peralatan pelayanan pengunjung yang terkena minyak hitam. Seperti setiap hotel harus menyiapkan ekstra handuk dan lainnya.
“Lalu untuk mengganti penginapan kamar dan servis ekstra. Biasanya kerugian kami terjadi akibat setiap musim minyak hitam ini untuk memgganti itu semua,”ucapnya, Selasa (21/1/2020).
Menurutnya, sepanjang pantai Lagoi dengan jarak 105 kilometer tercemar limbah minyak tersebut mulai November 2019 hingga saat ini. Kejadian tersebut bahkan terjadi setiap tahun saat masuk musim utara.
Wahab menambahkan, pemasangan jaring untuk mencegah limbah minyak ke bibir pantai juga sudah dicoba. Namun upaya itu tidak signifikan dan hanya menguranginya. Setiap tamu juga melihat upayaini,” tuturnya.
Sebagaimana diketahui, pencemaran limbah minyak hitam sudah terjadi sejak November 2019 hingga saat di Kawasan pantai lokasi wisata Lagoi Bintan. Selama periode tersebut, pihak wisata Lagoi, juga sudah berkali-kali membersihkan limbah tersebut dan mengumpulkan 372 drum mulai dari November-Januari.
Pelaksana tugas gubernur Kepulauan Riau Isdianto yang meninjau lokasi pencemaran limbah minyak di bibir panti kawasan wisata Lagoi, Kabupaten Bintan mengatakan perlu adanya langkah antisipatif untuk mencegah limbah minyak hitam ini ke bibir pantai karena sangat menganggu para wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Bintan.
“Saya lihat sekarang limbah yang masuk itu tidak ada penahannya, sehingga langsung masuk ke pantai,”ucap Isdianto.
Setelah berdiskusi dengan FKPD, solusi upaya yang dilakukan untuk mencegah limbah minyak hitam masuk ke pantai perlu dipasangi jaring penahan di laut.
“Dengan adanya jaring itu, minyak hitam dapat tertahan sebelum masuk ke pantai. setidaknya akan mengurangi,”katanya.
Penulis:Ismail