
PRESMEDIA.ID, Natuna – Tanah longsor dan Banjir yang menyapu 27 rumah di Desa Pangkalan Serasan Timur-Natuna, mengakibatkan 1,216 warga saat ini mengungsi di sejumlah tempat di Serasan, Selasa (7/3/20923).
Sementara data tim Gabungan Tanggap Bencana di Seraran, pada (07/03/2023), dari 10 warga korban meninggal, yang baru  teridentifikasi  6 Orang dan belum teridentifikasi sebanyak 4 Orang.
Sementara itu, sebanyak 47 warga desa tersebut juga masih hilang tertimbun tanah.
Adapun korban luka berat yang saat ini dirawat ada 4 Orang dan korban kritis sejumlah 4 Orang.
“Tiga 3 warga korban luka berat telah dikirim ke Pontianak via Bukit Raya dan 1 orang dikirim ke Ranai via Indra Perkasa,” ujar tim BNPB di Serasan.
Sementara sebanyak 1.216 orang warga, mengungsi di sejumlah tempat. Sejumlah lokasi pengungsian warga itu diantaranya di PLBN sebanyak 219 Orang, Kemudian di Puskesmas sebanyak 215 Orang,di Pelimpak dan Mesjid Alfurqon sebanyak 500 orang, serta di gedung SMA 1 Serasan sebanyak 282 orang.
Gubernur provinsi Kepri Ansar sebelumnya juga memerintahkan BNPB Kepri bergerak mengirimkan bantuan logistik sebanyak 200 paket.
Setiap paketnya berisikan mie instan 2 dus, sarden 5 kaleng, minyak goreng 5 kilogram, gula 2 kilogram, teh 2 kotak, Susu bubuk 2 kotak, peralatan mandi 1 paket, peralatan makan 1 paket, dan peralatan masak 1 paket.
Dalam rombongan yang berangkat dari Jakarta, Basarnas juga mengirimkan enam personel unit K9 yang akan membantu mencari warga yang masih tertimbun longsor.
Penulis:Presmedia
Editor :Redaksi