
PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang-Seiring dengan musim hujan yang mulai melanda wilayah Kepri, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepulauan Riau, Tjetjep Yudayana mengimbau, agar masyarakat waspada dan berhati-hati gejala Demam Berdarah Dengue (DBD).
Hal itu dikatakan Tjetjep, karena sepanjang 2019, jumlah penderita DBD di Provinsi Kepri meningkat yang mencapai 900 orang. Sementara yang meninggal dunia sebanyak 13 orang.
“Sepanjang 2019 ini untuk penderita DBD Kepri mencapai 900 orang penderita, dan 13 orang meninggal dunia akibat DBD,” ungkapnya, Kamis (26/9/2019).
Ia menjelaskan, peningkatan penderita DBD pada tahun 2019 ini diakibatkan kualitas lingkungan yang tidak kondusif. Hingga menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes Aegypti.
Terlebih lagi, saat ini sudah memasuki musim perubahan cuaca dari kemarau ke musim hujan. Untuk itu, Pemprov Kepri juga akan terus melakukan sosialisasi dan upaya foging untuk dapat meminimalisir persebaran nyamuk.
“Untuk itu,cara terbaik mengurangi DBD adalah dengan menjaga lingkungan agar tetap bersih sehingga mencegah perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti,”katanya. (Presmed5).