Media AMSI Tandatangani Komitmen Bersama Adopsi Trustworthy News Indicators

Media Angota AMSI Tandatangani Komitmen Bersama Trustworthy News Indicators (foto: AMSI)
Media Angota AMSI Tandatangani Komitmen Bersama Trustworthy News Indicators (foto: AMSI)

PRESMEDIA.ID, Jakarta – Sebanyak 29 Media yang tergabung dalam organisasi perusahaan Media, Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) menandatangani Komitmen bersama indikator kepercayaan media (trustworthy news indicators) di Jakarta Kamis 6 Juli 2023.

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan, media siber perlu mengantisipasi tantangan yang makin berat atas masuknya teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence atau AI) dalam industri pers.

“Saat ini kalau diukur kira-kira akurasi teknologi AI for news untuk membantu produksi berita atau konten akurasinya sudah sampai persen. Ke depan kecerdasan buatan ini, akan semakin akurat. Karena itu kita harus mengupayakan agar media harus trusted,” ujarnya dalam diskusi kelompok terfokus (FGD) dan penandatanganan komitmen bersama anggota Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) mengadopsi dan memenuhi trustworthy news indicators, di Hotel Ashley Menteng Jakarta.

Menurut Wens, adanya indikator kepercayaan media (trustworthy news indicators) yang diluncurkan AMSI, sangat penting dan relevan agar media anggota AMSI semakin tertantang dan bisa menunjukkan tata kelola yang baik, berkualitas dan kontennya memenuhi kepentingan publik.

Harapannya setelah FGD ini, semua media anggota AMSI yang berjumlah 470 bisa akan menyusul mengadopsi trustworthy news indicators

“Pertumbuhan media yang tidak terkendali membuat jumlahnya menjadi banyak sekali. Karena itu yang perlu kita upayakan adalah menjadi media yang trusted. Tidak hanya membuat konten yang mengejar trafik melulu dan hanya mengikuti selera menarik tapi sebenarnya tidak penting untuk publik,” kata Wens.

Hal yang sama juga dikatakan Ketua Komisi Pendataan dan Ratifikasi Pers Dewan Pers Atmaji Sapto Anggoro yang hadir menjadi pembahas. Ia mengatakan, sangat mengapresiasi langkah AMSI membuat trustworthy news indicators tersebut.

Menurut Sapto, media massa harus kredibel karena selain untuk menjaga kepercayaan publik, kredibilitas media massa adalah pondasi bagi keberhasilan mereka memainkan peran penting sebagai pilar demokrasi, agen informasi, dan kontrol sosial.

“Sangat penting bagi media untuk menjaga integritas, objektivitas dan keandalan dalam menyampaikan berita dan informasi kepada publik. Karena itu, atas nama pribadi dan anggota dewan pers, saya mengapresiasi langkah AMSI membuat indikator ini. Tapi untuk diterima secara resmi oleh dewan pers, saya tidak bisa memutuskan sendiri. Kan harus dibawa ke rapat pleno. Ini sumbangan yang baik dari AMSI,” kata Sapto.

Chief of Party Internews Indonesia, Eric Sasono juga menyatakan, sangat menyambut baik rumusan trustworthy news indicators yang digagas AMSI.

“Pada intinya, kami terus mendukung upaya trustworthy news indicators yang diterapkan media anggota AMSI. Ini jalan yang tidak mudah untuk media. AMSI memilih jalan ini untuk meraih kepercayaan terhadap media dengan membuat self regulation untuk mempertahankan sustainability media. Langkah ini harus kita dukung terus,” kata Eric.

Diskusi kelompok terfokus yang dipandu pendiri Kabar Makassar.com, Upi Asmaradhana ini, juga menghadirkan pembicara dan peneliti media UMN Ignatius Hariyanto serta sekretaris jenderal AMSI Wahyu Dhyatmika.

Wahyu Dhyatmika menjelaskan, detail dan contoh penerapan indikator akan bisa memandu media yang ingin mengadopsi trustworthy news indicators.

“Tahapan FGD di beberapa tempat, telah disepakati soal rumusan 11 poin trustworthy,” ujarnya.

Ke depan lanjutnya, juga perlu menggali lagi tentang apakah diferensiasi publisher bisa masuk kategori diterima dan memenuhi 11 indikator ini sehingga boleh memasang label trusted. Bagaimana memutuskan, pendampingan, mengawasinya dan seterusnya.

Peneliti media, Ignatius Haryanto mengatakan, penting adanya rumusan indikator keterpercayaan terhadap media. Ia memuji langkah maju AMSI yang sudah dijalankan.

Untuk peningkatan keterpercayaan publik, 11 indikator ini baik untuk diadopsi. Saat ini banyak media memproduksi konten yang bisa kita ibaratkan junk food, dikonsumsi audiens karena banyak yang suka.

“Tapi pertanyaannya apakah sehat? Fungsi media saat ini seperti itu, media sebaiknya tidak hanya menghibur tapi harus mengedepankan fungsi pendidikan dan tanggung jawab sosial,” tegasnya.

Proses penyusunan 11 indikator kepercayaan media, selanjutnya akan dimulai dengan serangkaian diskusi di Jakarta, Bali dan Makassar pada Oktober 2021 untuk menyerap aspirasi dan pandangan publik tentang indikator media yang mereka percayai.

Pada tahun 2022, AMSI melakukan penelitian mendalam dengan machine vetting dan human vetting dengan jumlah media yang diperiksa sebanyak 1.262.

Media yang memenuhi brand safety berdasar standar GARM (Global Alliance Responsible for Media) hanya sebanyak 687 media. Dari Jumlah itu, 367 media merupakan anggota AMSI dan sisanya media non anggota.

Tahun 2023 AMSI juga kembali dilakukan penelitian pada 526 media baik dengan mesin maupun manual analisis konten oleh para periset.

AMSI juga menggelar tiga kali workshop pada 2023, dengan melibatkan para pemangku kepentingan meliputi pengusaha, ekonom, akademisi, penyelenggara negara, lembaga survei, dewan pers, tokoh perempuan, mahasiswa, jurnalis dan pemilik media.

Rangkaian program penyusunan Trustworthy News Indicator AMSI ini juga sangat mendapat dukungan Internews dan USAID Media.

Direktur Eksekutif AMSI Adi Prasetya, dalam laporan pelaksanaan program menyatakan, rumusan 11 indikator kepercayaan media adalah langkah AMSI untuk meraih kembali kepercayaan publik dan brand safety.

Rumusannya merujuk kode etik jurnalistik, standar dunia periklanan internasional GARM, dan pedoman pemberitaan media siber.

Selengkapnya indikator itu, bisa disimak di website http://www.amsi.or.id/trust-worthy-news

“Untuk sampai pada titik hari ini, komitmen bersama media anggota AMSI perlu waktu hampir dua tahun. Jalan meraih kepercayaan publik dan brand safety belum usai,” ujarnya.

Oleh karena itu lanjut Adi Prasetya, Penandatangan komitmen ini, perlu dilanjutkan dengan lebih banyak anggota, bagaimana AMSI memutuskan, memvalidasi, mengevaluasi, mensosialisasikan ke banyak stakeholder lain seperti pengiklan, masyarakat.

“Selain itu kita juga akan menyerahkan dokumen indikator ini agar diterima resmi Dewan Pers,” kata Adi Prasetya, dalam laporan singkatnya.

Sebanyak 29 pemimpin media anggota AMSI dari berbagai wilayah di Indonesia menandatangani komitmen bersama mengadopsi trustworthy news indicators itu adalah pemimpin media dari KLY Group, tempo.co, katadata.co.id, republika.co.id, viva.co.id, inews.id, hukumonline.com, Jurnas.com, Kabar Group Network, Solopos.com, tribunjogja,com, beritajatim.com, timesindonesia.co.id.

Selain itu ada juga wartabromo.com, krjogja.com, batamnews.co.id, kabarmedan.com, wongkito.co, harapanrakyat.com, jabarnews.com, sukabumiupdate.com, suarakalbar.co.id, Jubi.id, floresa.co, kabarpulau.co.id, darilaut.id, suarakalbar.co.id, pontianakpost, dan beritabali.com.

Penulis: Presmedia
Editor  : Redaksi