
PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang- Sejumlah pedagang di lapak pasar Baru Tanjungpinang, menyatakan menolak kenaikan sewa lapak pasar sebagai mana yang diwacanakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT.Tanjungpinang Makmur Bersama (TMB).
Yuprida salah satu pedagang mengatakan, kenaikan sewa lapak sebagai mana yang diwacanakan BUMD kota Tanjungpinang itu sangat memberatkan pedagang, karena jualan mereka sangat ini sepi.
“Kalau sewa lapaknya nai, tentu sangat memberat kami, apa lagi kondisi jualan saat ini sepi,”ujar Yuprida saat ditemui di Pasar Baru jalan Gambir Tanjungpinang, Senin(2/12/2019).
Ia menyebutkan, untuk sewa lapak yang saat ini sebesar Rp 6 ribu permeja per sehari atau Rp. 180 ribu per bulan juga sudah sangta memberatkan, karena kondisi jualan dipasar tersebut cenderung sepi.
“Saya sewa dua meja, jadi perharinya membayar Rp 12 ribu,”kata Yuprida yang sudah berjualan hampir 16 tahun ini.
Hal senada juga disampaikan oleh Wandi, salah satu pedagang air tahu, juga tidak setuju dan menolak jika pemerintah menaikan sewa lapak di pasar ini.
Sebelumnya, Direktur BUMD PT.TMB Irwandi mengatakan, penerapan kenaikan sewa kios dan Lapak pasar itu dilakukan, sebagai bentuk penyetaraan harga sewa lapak dari harga sewa sebelumnya sebesar Rp 220 ribu perbulan menjadi Rp 330 ribu.
Penulis:Roland�