Pemkab Bintan Datangkan Tim Branding Ajari Aparatur Desa di Bintan Tingkatkan PADes

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa PMD Bintan Ronny Kartika
Pemkab Bintan Datangkan Tim Branding Ajari Aparatur Desa di Bintan Tingkatkan PADes  

PRESMEDIA.ID, Bintan – Pemerintah Kabupaten Bintan melakukan kerjasama dan mendatangkan tim Branding Desa Ponggok Kabupaten Klaten untuk mengajari aparatur desa di Bintan meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes) di wilayahnya.

Dipilihnya Desa Ponggok sebagai konsultan, untuk memberikan pembinaan dan pendampingan pada desa di Bintan dalam mencari dan mengusahakan PADes, sebagai mana keberhasilan desa tersebut berinovasi meningkatkan PADes hingga Rp15 miliar per tahun.

Plt Bupati Bintan, Roby Kurniawan, berharap dengan adanya kerjasama yang dilakukan, akan dapat menghasilkan feedback yang berkesinambungan demi meningkatkan PADes di Bintan.

“Soal belajar memang harus, kita mesti terus belajar. Harapan Kami tentunya hal ini bisa menorehkan hasil untuk desa-desa kita di Bintan,” katanya.

Ia mengatakan, untuk tahap awal, ada 7 Desa di Bintan yang akan mendapatkan pendampingan dari Tim Branding Desa Ponggok. Mulai dari Desa Numbing, Air Kelubi, Berakit, Teluk Bakau, Toapaya, Toapaya Utara hingga Kuala Sempang.

Semuanya dipersiapkan dengan beragam potensi desa yang dimiliki. Sudah diinventarisir potensi yang ada, sudah dibuat skema brandingnya. Tinggal dimanifestasikan semua dalam pelaksanaanya.

“Desa yang ada di Bintan punya potensi yang luar biasa. Wisata bahari, kuliner, budaya, alam hingga religi, kita punya semua, untuk dikembangkan,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Bintan, Ronny Kartika, mengungkapkan pendampingan ini rencananya akan dimulai pada Februari 2022 mendatang.

Menurutnya, beberapa waktu lalu Desa Ponggok sempat viral secara nasional dengan destinasi bawah airnya. Wisata Unggul Ponggok dan inovasi lainnya bahkan hingga saat ini menjadi keran terbesar dalam menyumbang PADes dari sebelumnya hanya Rp5 juta pertahun menjadi Rp15 miliar pertahun.

Bahkan, di masa pandemi Covid-19 pun masih bisa survive dengan pendapatan Rp. 6 miliar. Nantinya konsultan desa tersebut memberikan pembinaan dan pendampingan ke desa-desa di Kabupaten Bintan. Mulai dari dokumen perencanaan, penguatan kapasitas BUMDes, pelibatan peran Pokmas dan pengambilan kebijakan.

“Outcome nya pendapatan desa meningkat,” demikian Ronny.

Penulis :Hasura
Editor   :Redaksi