
PRESMEDIA.ID– Kepala Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) Wilayah Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau, Syartiwidya, meminta Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) mengkaji penggunaan bahan baku ikan sebagai menu Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurutnya ahli gizi ini, ikan merupakan salah satu produk unggulan Kepulauan Riau yang berpotensi besar untuk dijadikan menu MBG, tidak hanya di Kepri tetapi juga di daerah lain di Indonesia.
“Rencana MBG dengan lauk ikan itu diperbolehkan, tidak hanya di Kepri, tetapi di daerah-daerah lain juga banyak,” ujar Syartiwidya Jumat (6/2/2026).
Ikan Kaya Protein, Namun Perlu Kajian Alergi
Syartiwidya juga menjelaskan, ikan memiliki kandungan protein yang sangat baik untuk pemenuhan gizi anak.
Namun demikian, Pemprov Kepri perlu melakukan kajian mendalam bersama ahli gizi, terutama terkait risiko alergi.
Pasalnya ka dia, terdapat beberapa jenis ikan yang dapat menimbulkan reaksi alergi pada anak-anak, seperti sesak napas atau gangguan kesehatan lainnya.
“Anak tidak tahu bahwa makan ikan itu bisa menyebabkan alergi. Kalau terjadi sesak napas dan sebagainya, nanti bisa disebut MBG beracun. padahal itu alergi,” jelasnya.
Produk Olahan Ikan UMKM Juga Diminta Dikaji
Selain itu, Syartiwidya juga meminta dinas terkait dan pelaku UMKM yang memproduksi olahan ikan agar melakukan penyelidikan kandungan produk sebelum digunakan sebagai menu MBG.
Pemeriksaan ini lanjutnya, bertujuan untuk memastikan tidak ada kandungan pemicu alergi yang dapat membahayakan anak-anak.
“Kalau tidak ada kandungan alergi, tentu bisa dilanjutkan. Bahkan kita sangat mendukung penggunaan pangan lokal khususnya ikan ini,” tegasnya.
Kajian Ahli Gizi Akan Dipercepat
Di tempat yang sama, Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, menegaskan bahwa menu MBG berbahan ikan memang harus melalui kajian terlebih dahulu.
Ia menyebutkan, tidak semua jenis ikan menimbulkan alergi, sementara kebutuhan pangan lokal di Kepri sebagian besar bersumber dari hasil laut.
“Kita bersama ahli gizi akan menganalisis secepatnya untuk menindaklanjuti pemanfaatan ikan laut sebagai menu MBG,” singkatnya.
Penulis :Roland
Editor : Redaktur