Pengerjaan Tribun Stadion Dompak Molor, PT.Aza Banar Didenda Rp.26 Juta Per hari

Jadi Kawasan Terlarang Proyek Proyek Tribun Lapangan Sepak Bola Tak Kunjung Selesai
Proyek tribun lapangan sepak bola Dompak molor dan tak kunjung selesai.

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang- Pengerjaan Proyek Tribun Lapangan Sepak Bola Pulau Dompak yang menelan dana Rp.26.2 Milliar molor. Kontraktor pelaksana PT.Aza Banar didenda Rp.26 Juta per hari.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kepulauan Riau, Bambang Swastiyo mengatakan, penerapan denda terhadap kontraktor pelaksa, diberlakukan sejak masa kontrak pelaksanaan pengerjaan berakhir pada 28 Desember 2019 lalu.

Atas keterlambatan pengerjaan itu, lanjut Bambang, PT.Aza Banar selaku kontraktor pelaksana, meminta penambahan waktu hingga 50 hari kedepan untuk menyelesaikan. Namun dengan membayar denda sekitar Rp 26 juta per hari.

“Memang secara aturan diperbolehkan hingga 50 hari setelah deadline kontrak kerja, dan pekerjaan yang masih dilakukan PT.Aza Banar saat ini masuk dalam penambahan waktu dengan ketentuan denda,”ujarnya.

Mengenai pembayaran dana proyek, Bambang juga membantah telah membayar 100 persen anggaran pembangunan tribun di Stadion Sepak Bola di Pulau Dompak itu ke PT.Aza Banar. Hingga saat ini, kata dia, Dispora Kepri baru membayar Rp.22,9 Milliar dari Rp.26,2 miliar nila kontrak pekerjaan. Pembayaran itu, sesuai dengan progres 89.7 persen pekerjaan pada waktu deadline kontrak 28 Desember 2019 lalu.

“Saat itu progress pekerjaan sekitar 89 persen maka yang dibayarakan baru sekitar Rp.22,9 Milliar dari Rp.26,2 Miliar,”katanya.

Dari 22,9 miliar dana pembangunan tribun stadion Sepak Bola pulau Dompak yang sudah dicairkan itu, terdiri dari, uang muka 20 persen Rp 5,25 miliar, Termin Pertama untuk progres 51 persen Rp.10,047 Miliar dan termin ke dua dengan progress 89,7 persen sebesar Rp.7,62 persen.

Sementara sisanya sebesar Rp3,3 miliar akan dibayarkan pada APBD Perubahan 2020 setelah proyek tersebut selesai 100 persen.

“Jadi setelah proyek itu selesai 100 persen, terminnya akan dibayarkan pada APBD Perubahan. Sekaligus dipotong denda keterlambatan pelaksanaan proyek,”tukasnya.

Bambang menambahkan, saat ini proses pembangunan tribun sudah hampir rampung. Hanya tinggal menyelesaikan pengecatan dan pemasangan keramik pada toilet tribun.

“Target kami akhir Januari ini sudah rampung,”ujarnya.

Penulis: Ismail