
PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang- Gugus tugas percepatan penanganan� covid-19 Kepri mengatakan, hasil tracing dan penelusuran 53 Kasus positif Corona virus di Kepri, saat ini sudah masuk dalam transimisi lokal dari orang ke orang di dalam provinsi Kepri.
Oleh Karena itu pemerintah meminta warga agar waspada dan mengikuti himbauan protokoler pencegahan yang disampaikan pemerintah.
Juru bicara gugus Tugas Percepatan Penangaan Covid-19 Kepriu Tjejep Yudiana mengatakan, berdasarkan tracing penelurusan yang dilakukan, terdapat 6 peta cluster penularan corona virus yang terjadi pada 53 kasus orang atau pasein di Kepri. Dari 6 cluster penularan itu, Dua cluster peularan berada di kota Batam dan 3 cluster penularan berada di kota Tanjungpinang di tambah 1 cluster penularan tuggal.
“Dari dua cluster penularan di kota Batam, meliputi cluster penularan di kantor Pemberdayaan Perempuan, dan cluster penularan di sekolah Charitas Batam,”ujar Tjejep, Selasa (21/4/2020).
Di Tanjungpinang, lanjut dia, dari 3 cluster penularan, terdiri dari penularan di kawasan Sidomulya, kemudian Cluster penularan melalui Jamaah Tablig dari Petaling-Malaysia, serta Penularan melalui cluster wali kota Tanjungpinang di Perumahan Harapan Indah.
Selain itu, ada juga satu Cluster tunggal, yang melibatkan kasus positif covid 01 yaitu Tn.Tk (71) di Tanjungpinang yang dinyatakan sembuh serta 1 Cluster positif covid di Karimun.
“Dari tracing atau penelusuran pada 6 Cluster ini, saat ini transimisi penularan, tidak lagi dari luar kepri. Tetapi sudah secara lokal, melalui kontak erat teman dan keluarga di tempat kerja, perkumpulan teman,”sebutnya.
Cluster penularan di kantor Pemberdayaan Perempuan Batam, kata Tjejep, awalnya, kasus positif Covid-19 diketahui dari pasien� 02 almarhum Ny.Sc (31) yang dari riwayat perjalananya, sebelumnya dari Bogor, Solo serta Jogja. Selanjutnya, menular pada 13 kasus positif Covid-19 lainya dalam satu lingkungan kerja dan keluarga ASN di dinas Pemberdayaan perempuan kota Batam.
“Sedangkan cluster ke II, berada di sekolah Charitas Batam, melalui almarhum Ny.Vn yang sebelumnya dari Johor Bharu Malaysi dan menular ke kasus 011, 29 dan 33 yang juga dilingkungan kerja sekolah itu,”ujar Tjejep.
Sedangkan di cluster di Tanjungpinang, clauster pertama adalah pasien 01, yang awalnya tertular dari Johor Baru Malaysim, dan setelah ditetapkan sebagai pasien pertama kasus covid-19 di Tanjungpinang, kemudian sembuh di RSUP Raja Ahmad Thabib.
Namun kemudian,� kembali timbul 3 cluster penularan lainya, yaitu pada cluster Sidomulyo, cluster Petaling dan cluster Harapan Indah. Di cluster Sidomulyo atau Kepodang, awalnya adalah kasus 16 Tn.Sf (54), kemudian kontak erat dengan keluarga, hingga menular kepada 2 keluarganya, Tn.Sy dan Ny.Zf.
Sedangkan untuk cluster Petaling, terkonfrimasi covid pertama dikatahu dari Tn.Am (87) kemudian kontak erat dengan keluarga, hingga menularkan virus tersebut ke kasus lainya,k yaitu kasus 22 Tn.Hs (58), Tn Fr (27), dan Ny,hp (24).
Cluster ke tiga, adalah penularan dari wali kota Tanjungpinang di Perumahan Harapan Indah, dari data gugus tugas, penularan awal terjadi pada wali kota, Sy (59), kemudian kontrak erat dengan isteri, cucu serta dokter pribadinya yang saat ini juga dinyatakan positif terkonfrimasi covid-19.
Namun hingga saat ini, gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 kota Tanjungpinang, belum mengetahui, dari daerah mana wali kota Tanjungpinang H.Syahrul tersebut pertama kali tertular virus covid tersebut.
Tjejep menegaskan, pemerintah dan gugus tugas, selalu menekankan pada masyarakat, agar tetap berada di rumah (Stay At Home), gunakan masker kalau terpaksa keluar. Jaga jarak (Physical ditencing), serta tingkatkan pola hidup sehat dan makan-makan bergiji hingga tidak tertular wabah Covid-19.
Penulis:Redaksi�