
PRESMEDIA.ID– Puncak arus mudik Lebaran di Pelabuhan Seikolak Kijang, Kecamatan Bintan Timur, diwarnai keluhan para penumpang.
Selain minimnya pelayanan, kapal milik PT Pelni, KM Tidar, mengalami keterlambatan (delay) hingga sekitar 6 jam.
Salah seorang penumpang, Delon, mengaku kecewa dengan pelayanan KM Tidar yang tidak sesuai jadwal pelayaran.
Ia menjelaskan, sebelumnya telah menunggu sejak pagi di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Berdasarkan jadwal, kapal seharusnya tiba pukul 06.00 WIB.
“Namun kenyataannya kapal baru tiba sekitar pukul 11.00 WIB dan berangkat pukul 13.00 WIB menuju Kijang,” ujarnya, Selasa (17/3/2026) malam.
Delay Berlanjut Hingga Tiba di Kijang
Keterlambatan tidak hanya terjadi di Tanjung Priok, tetapi juga berlanjut hingga tiba di Pelabuhan Seikolak Kijang.
Menurut Delon, kapal seharusnya tiba sekitar pukul 17.00 WIB, namun baru bersandar sekitar pukul 23.00 WIB.
“Jadi total delay sampai sekitar 6 jam. Penumpang juga tidak mendapat penjelasan jelas dari pihak kapal,” ungkapnya.
PT Pelni: Keterlambatan Akibat Faktor Cuaca
Sementara itu, Kepala PT Pelni Cabang Tanjungpinang, Putra Kencana, menjelaskan bahwa keterlambatan terjadi sejak awal perjalanan dari wilayah timur.
Menurutnya, setiap pelabuhan mengalami keterlambatan sekitar 30 menit yang kemudian terakumulasi hingga mencapai 6 jam saat tiba di Kijang.
“Secara akumulasi memang terjadi delay hingga kurang lebih 6 jam,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa keterlambatan bukan disebabkan oleh gangguan teknis kapal, melainkan faktor cuaca seperti arus laut dan angin.
Selain cuaca, keterlambatan juga dipengaruhi kebutuhan operasional kapal, seperti pengisian air dan keperluan penting lainnya.
“Selain cuaca, ada juga kebutuhan kapal yang cukup mendesak sehingga menyebabkan keterlambatan,” tambahnya.
Sebanyak 914 Penumpang Tiba di Kijang
KM.Tidar tercatat mengangkut sebanyak 914 penumpang yang turun di Pelabuhan Seikolak Kijang.
Para penumpang berasal dari berbagai daerah, mulai dari wilayah Indonesia Timur hingga Jakarta.
“Penumpang yang turun di Kijang ada 914 orang, dan secara umum proses berjalan lancar,” tutupnya.
Penulis:Hasura
Editor :Redaksi