
PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang- Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Kepulauan Riau Isdianto mengungkapkan kondisi terakhir saat ini di peraiaran Natuna sudah mulai kondusif dan tidak ada lagi kapal China yang masuk dan merambah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia di laut Natuna.
Kondisi di lapangan serta Informasi Pak Menkopolhukam, saat ini nelayan Cina yang sebelumnya masuk ZEE kita sudah keluar di perairan Natuna,”ujarnya Kamis,(16/1/2020).
Ia mengungkapkan, setelah pemerintah pusat menaruh perhatian terhadap kawasan perairan Natuna Utara, dengan meningkatkan keamanannya, sejumlah kapal-kapal asing asal Cina yang sebelumnya mencuri ikan di wilayah ZEE Indonesia itu sudah hengkang.
Sebelumnya, diakui Isdianto, memang situasi di Natuna sempat memanas akibat klaim Cina yang memasukan teritorial NKRI di wilayah perairan Natuna Utara, dalam kawasan 9 garis putus wilayah lautnya.
“Sekarang sudah aman. Mereka (kapal asing) sudah keluar dari wilayah kita,”ucapnya.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menegaskan, Kedaulatan NKRI di Natuna tidak ada tawar-menawar, dan untuk mempertahankan kedaualatan NKRI atas laut Natuna, Pemerintah akan terus memperkuat saran dan prasarana Pertahanan, serta perlindungan pada warga dan nelayan di Natuna.
�Kedaulatan NKRI di Natuna tidak ada tawar-menawar sebagai mana yang sudah ditegaskan Presiden Jokowi. Oleh karena itu, mari kita jaga hak berdaulat atas laut Indonesia. Dan kita bukan sedang dalam perang, dan instruksi Presiden harus kita jalankan,�kata Mahfud dalam kunjunganya ke Natuna Provnsi Kepri,Rabu (15/1/2020) siang.
Instruksi Presiden kata Mahfud, adalah meningkatkan volume patroli di laut Indonesia, Kedua melakukan koordinasi lintas kementerian/ lembaga serta hubungan antara pusat dan daerah mengenai pengelolaan Natuna kedepannya.
Pemerintah lanjut Mahfud, akan memaksimalkan pemanfaatan sentra-sentra kegiatan kelautan dan perikanan sehingga memberi dampak positif bagi perekonomian Natuna.
Menurut Mahfud, kunjungannya sebagai tindak lanjut atau memfollow-up arahan Presiden yang tetap menginginkan kedaulatan bangsa Indonesia tetap terjaga dan tidak dicuri oleh negara lain.
Untuk masalah hak kedaulatan dan kedaulatan bangsa akan dilaksanakan oleh unsur TNI-Polri, sementara Pemerintah akan menjaga rakyatnya termasuk para nelayan.
�Pemerintah akan terus melakukan pembangunan guna mendukung kegiatan pemanfaatan sumber daya laut yang kaya di Natuna,�kata Mahfud.
Penulis: Ismail