PPKM Level 4, Tanjungpinang Diminta Tingkatkan Tracing dan BOR-RS

tes antigen
Petugas dari Kimia Farma melakukan rapid test antigen kepada warga umum yang melintasi perbatasan Tanjungpinang-Bintan di Jalan WR Supratman KM 16 Tanjungpinang. Warga dikenakan tarif Rp150 ribu per tes. (Foto: Dokumentasi/Presmedia.id).

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Satgas Covid Pusat dan pemerintah provinsi Kepri meminta Satgas PPKM Level 4 kota Tanjungpinang meningkatkan Testing dan tracing (Pengujian dan Pelacakan-red) terhadap warga atas peningkatan positif Covid-19 di Tanjungpinang.

Wakil Ketua Harian Positif Covid-19 provinsi Kepri Tjejep Yudiana mengatakan, Pemerintah kota Tanjungpinang, juga perlu penyediaan BOR (Bed Occupation Rate) atau ketersediaan Tempat tidur untuk menampung pasien Positif Covid dan perlengkapannya, juga perlu diperhatikan di setiap rumah sakit.

“Demikian juga penanganan 1.669 orang warga yang terkonfirmasi positif Covid dan menjalani Isolasi Mandiri, perlu diawasi dan dipindahkan pada tempat dan lokasi diisolasi terpadu, dalam mengefektifkan pengawasan,” ujarnya Kamis (22/7/2021).

Sementara masyarakat, diminta agar bekerja sama mematuhi PPKM Level 4 dengan mengurangi mobilitas dan kerumunan, kecuali terhadap kegiatan yang perlu dan mendesak.

Koordinator Lapangan (Korlap) Komunikasi Informasi dan Edukasi, Satgas Penanganan dan Penanggulangan Covid-19 Kota Tanjungpinang H Dadang AG mengatakan, pada intinya PPKM Level 4 hampir tidak ada perbedaan dari PPKM Darurat, hanya namanya saja yang berbeda.

Dan sebagaimana arahan Pemerintah Pusat, pemerintah kota Tanjungpinang akan mengisolasi Terpadu pasien yang dinyatakan positif Covid dan saat ini selain di Loas Hotel, pasien positif Covid Tanjungpinang juga akan diisolasi di SMKN 3 Tanjungpinang di Kampung Bulang.

”Hingga kini, SMKN 3 di Kampung Bulang belum difungsikan, karena saat ini lokasi isolasi terpadu di Loas masih bisa menampung. Ada yang sembuh di sana (Loas, red) dan pulang, maka pasien baru lagi mengisi, jadi SMK 3 belum difungsikan,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Dadang, pihak RSUD Kota Tanjungpinang juga sudah menambah ruang tidur baru berjumlah 40 unit, guna menampung pasien isolasi terpadu tersebut.

Dadang mengakui jika pengalihan ribuan pasien dari isoman ke isolasi terpadu belum maksimal, hal ini mengingat mindset atau pola pikir masyarakat yang mengaku berat jika dilakukan isolasi terpadu.

”Padahal kita sudah menyediakan anggaran dari APBD Kota dibantu juga APBD Provinsi, ada ransum untuk makan-minum selama isolasi terpadu. Tapi tipikal masyarakat kita ini kan beda dengan masyarakat di daerah lain. Apalagi kini sudah memasuki tahun kedua Covid, masyarakat pun sudah jenuh,” kata Dadang.

Untuk itulah, jelas Dadang, Pemko Tanjungpinang membentuk Korlap Komunikasi, Informasi dan Edukasi, yang salah satu fungsinya, sebagai wahana edukasi kepada masyarakat untuk bangkit dan bersama menumbuhkan kesadaran, dalam memerangi pandemi Covid–19 ini.

Penulis: Redaksi
Editor. : Redaksi