RSKI Galang Membludak Dihuni 239 Warga Batam, 17 Diantaranya Omicron

Tim Satgas Penangan Pemulangan PMI di daerah Perlintasan Kepri memberi arahan pada PMI yang melakukan Karantina di RSKI Pulu Galang Batam
Tim Satgas Penangan Pemulangan PMI di daerah Perlintasan Kepri memberi arahan pada PMI yang melakukan Karantina di RSKI Pulu Galang Batam.(Foto:Penrem 033/WP Kepri)

PRESMEDIA.ID, Batam – Tingginya penyebaran positif Covid-19 di Batam membuat ruangan dan tempat tidur di RSKI Galang-Batam kembali membludak.

Data Satgasus Penanganan PMI Batam menyebutkan, hingga saat ini sebanyak 239 orang pasien positif Covid-19 yang terdiri dari PMI dan Warga Batam dirawat di Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Galang Batam.

Dari jumlah penderita itu, sebanyak 17 pasien diketahui menderita Covid varian Omicron.

Dansatgasus penanganan PMI Brigjen TNI Jimmy Ramoz Manalu melalui Kepala Penerangan Korem 033/WP Mayor Inf Reza Fahlevi, mengatakan dari 239 pasien positif Covid di RSKI terdiri dari 57 orang pasien PMI, 178 orang merupakan warga kota Batam dan 4 orang pasien lainnya adalah WNA.

“Dari jumlah tersebut sebanyak 155 orang pasien berjenis kelamin laki-laki dan 84 sisanya merupakan pasien perempuan,” ujarnya.

Dengan jumlah itu, tingkat keterisian atau okupansi RSKI Galang Batam saat ini mencapai 51,96 persen atau dari 460 unit tempat tidur yang tersedia, saat ini sudah diisi 239 pasien.

Sehari sebelumnya lanjut Reza Pahlevi, juga terjadi penambahan 32 pasien warga Batam serta 1 orang WNA yang masuk ke RSKI Pulau Galang.

Namun demikian, 2 orang pasien warga Batam yang sebelumnya positif Covid, juga telah diijinkan pulang ke kediamannya karena susah sembuh.

“Secara umum RSKI Pulau Galang dalam keadaan aman dan terkendali serta tidak terjadi hal menonjol lainnya,” ujarnya.

Atas terjadinya lonjakan ancaman gelombang kasus Covid Omicron saat ini sebut Reza, Danrem 033/WP Brigjen TNI Jimmy Ramoz Manalu selaku Satgasus Penanganan PMI juga menekankan agar program Vaksinasi terus ditingkatkan serta Pengetatan Protokoler kesehatan yang mewajibkan semua orang menggunakan Masker.

Dansatgassus PMI pada Senin, 7 Februari 2022 lalu lanjutnya, juga telah melaksanakan Rapat Koordinasi terbatas melalui video Confrense.

Dalam kesempatan itu, Presiden juga menekankan pentingnya kewaspadaan dalam menghadapi Gelombang penyebaran Varian Omicron.

“Sesuai arahan Bapak Presiden bahwa kita semua harus waspada Gelombang Omicron dengan mengutamakan percepatan vaksinasi dan kembali meningkatkan disiplin protokol kesehatan terutama tentang penggunaan masker oleh seluruh masyarakat dalam berkegiatan sehari-hari,” ujarnya.

Harapannya, hal tersebut dapat mencegah bahkan melawan penyebaran Gelombang Omicron yang diperkirakan akan terjadi dalam tiga sampai 4 Minggu ke depan.

Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi