
PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Mendapatkan akses layanan kesehatan yang mudah, terjangkau, dan ramah adalah impian setiap warga Indonesia. Untuk mewujudkan impian ini, diperlukan komitmen tinggi dari pemerintah.
Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) telah menunjukkan responsivitas yang luar biasa terhadap kebutuhan masyarakatnya dengan memperkenalkan “Rumah Singgah” sebagai fasilitas tempat tinggal sementara bagi mereka yang perlu merujuk penyakitnya ke Jakarta atau Kota Batam.
Sebelum adanya Rumah Singgah, warga Kepri harus mengeluarkan biaya tambahan untuk penginapan dan makan saat berobat ke Jakarta dan Batam.
Dengan kondisi itu, Gubernur Kepulauan Riau H.Ansar Ahmad, menggagas ide pembangunan Rumah Singgah bagi warga Kepri yang berobat ke Jakarta dan Batam.
Kini, Kepri memiliki dua Rumah Singgah, satu di Jakarta dan satu di Kota Batam. Rumah Singgah di Jakarta ini diberi nama “Rumah Singgah Raja Ahmad Engku Haji Tua” beralat dekat dengan Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita.
Rumah sakit Jantung dan Pembuluh Darah di ibu kota ini, menjadi RS rujukan bagi warga Kepri untuk berobat.
Nah, untuk mengurangi beban dan biaya keluarga pasien yang membawa keluarganya berobat ke Jakarta. Maka warga tersebut bisa tinggal dan menginap di Rumah Singgah provinsi Kepri ini.
Rumah Singgah Raja Ahmad Engku Haji Tua di Jakarta ini, merupakan renovasi dari kantor Badan Penghubung Provinsi Kepri yang kini difungsikan, melayani masyarakat yang membutuhkan tempat tinggal sementara selama berobat di Jakarta. Pelayanan di Rumah Singgah dilakukan secara gratis khususnya bagi masyarakat Kepri yang sedang berobat ke Jakarta.
Rumah Singgah Raja Ahmad Engku Haji Tua, memiliki 12 kamar dengan 54 tempat tidur serta fasilitas lengkap seperti AC, Kulkas mini, lemari, dan pemanas air. Selain itu, juga terdapat fasilitas dapur, klinik, dan ruang mencuci.
Semua layanan ini disediakan secara gratis, termasuk layanan Ambulans untuk antar-jemput pasien dari Rumah Singgah ke rumah sakit tujuan.
Sejak diresmikan pada bulan Mei lalu, Rumah Singgah Kepri di Jakarta ini, telah melayani banyak pasien dan pendamping. Kedua Rumah Singgah ini juga menyediakan fasilitas antar-jemput ambulance untuk pasien dari Rumah Singgah ke rumah sakit dan sebaliknya.
Program Rumah Singgah ini sejalan dengan tema “ASEAN Matters: Epicentrum of Growth” yang diusung oleh ASEAN Indonesia Tahun 2023. Hal ini menunjukkan komitmen Pemerintah Provinsi Kepri untuk meningkatkan aksesibilitas masyarakat terhadap pelayanan kesehatan.
Dengan adanya Rumah Singgah ini, masyarakat tidak perlu khawatir mencari tempat tinggal saat berobat ke Jakarta atau Batam. Mereka dapat dengan mudah mendaftar melalui situs web khusus https://rumsing.kepriprov.go.id, yang memungkinkan pendaftaran online.
Rumah Singgah ini juga berupaya meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Provinsi Kepri dengan memberikan akses kesehatan yang lebih baik kepada masyarakat. Hal ini sejalan dengan visi Gubernur Ansar Ahmad untuk menghemat biaya transportasi dan penginapan bagi warga yang harus berobat ke Jakarta atau Batam. Selain itu, Rumah Singgah ini juga mempercepat akses pelayanan kesehatan berkualitas, yang berpotensi meningkatkan harapan hidup dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.
Capaian tinggi IPM Provinsi Kepri juga dapat memberikan inspirasi bagi provinsi-provinsi lain di Indonesia untuk mengadopsi program-program inovatif yang serupa.
Dampak positif dari peningkatan IPM ini tidak hanya dirasakan oleh Provinsi Kepri, tetapi juga oleh seluruh Indonesia dan kawasan ASEAN secara regional. Indonesia memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi dan integrasi regional di ASEAN, dan peningkatan IPM di tingkat regional akan mendukung daya saing ASEAN secara global.
Dengan demikian, capaian tinggi IPM Provinsi Kepri tidak hanya memberikan manfaat lokal, tetapi juga memiliki dampak yang luas bagi pembangunan manusia di seluruh Indonesia dan ASEAN secara keseluruhan. Semoga hal ini terus menjadi contoh inspiratif bagi upaya peningkatan kesejahteraan dan akses kesehatan di seluruh negeri.
Penulis: Presmedia
Editor : Redaksi